February 17, 2013

Manado Penuh Dengan Duka, 10 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor

Banjir di Komo Luar Lingkungan 1 Manado
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Hujan yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) sejak Sabtu (16/2) hingga Minggu (17/2) Kemarin menimbulkan bencana tanah longsor dan banjir. Seperti yang terjadi di wilayah Kota Manado yang merupakan ibukota Provinsi Sulut, dimana sejak pukul 01.00 Wita, banjir telah mengepung sejumlah wilayah, sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.

Banjir dan longsor terjadi di 7 kecamatan di Kota Manado. Data sementara menyebutkan bencana alam itu menyebabkan 10 orang meninggal, dimana 9 orang tertimbun longsor dan 1 orang hanyut.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Dr Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya, Minggu (17/2) Kemarin. Menurut Sutopo, kemungkinan korban dapat bertambah karena longsor terjadi di beberapa kawasan. Evakuasi korban masih terus dilakukan, namun terkendala banjir yang masih menggenangi beberapa wilayah.
Sutopo melanjutkan, sekitar 1.000 lebih rumah dari 7 kecamatan di Kota Manado telah terendam banjir dengan ketinggian air hingga mencapai 2 meter. Pengungsi mencapai 1.200 orang. Tujuh kecamatan yang terendam banjir yaitu Tikala, Paal Dua, Singkil, Tuminting, Wanea, Sario dan Wenang.
Longsor di Ranomuut Lingkung II

"Hingga siang pukul 12.00 Wita, ketinggian air masih tinggi. Walaupun berkurang, debit dan tinggi air saat ini masih di ketinggian 1,8 meter," jelasnya.

BPBD Kota Manado, BPBD Provinsi Sulawesi Utara bersama TNI dan Kepolisian, Basarnas, PMI, RAPI dan SKPD lainnya melakukan penanganan darurat banjir dan longsor di Manado.

Katanya lagi, BPBD telah mendirikan posko dan memberikan bantuan matras, perahu karet, tenda, makanan siap saji, selimut, dan sebagianya.
"Pendataan masih terus dilakukan. Tim DVI dari kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan identifikasi korban,” jelasnya.
Diketahui, sebanyak enam orang warga Manado, tewas dalam musibah tanah longsor, Minggu (17/2).    
"Keenam warga yang tewas tersebut, tiga perempuan dan tiga laki-laki," kata Wakil Wali Kota Manado, Harley Mangindaan kepada wartawan.

Ia menyebutkan, para korban tanah longsor itu adalah Riska Ruru (22), Ribka Gosal (11), Gracia Gosal (11), Charles Taroreh (28), warga Kelurahan Tingkulu, Wanea dan  Vecky Beu (16), warga Ranomuut, Tikala, dan Budi Astanto (21), warga Paal Dua, Kecamatan Paal Dua.

Demikian laporan: Tim Redaksi

BAGIKAN KE:

0 komentar: