March 28, 2013

Humas Pemprov Sulut Cek Beberapa Media Cetak di Lapangan

Tim Humas Pemprov Sulut
saat berada dilokasi pengecekan  Media Cetak
dilapangan   
MANADO - Guna memaksimalkan fungsi kehumasan secara terencana dan berkelanjutan, Kepala Bagian Humas Setdaprov Sulut Jackson Ruaw M.Si, didampingi Kasubag Pengumpulan dan Penjaringan Informasi Vanda B. Jocom M.Si dan Kasubag Fasilitasi Media Massa Ferry Lientjewas S.Sos, Rabu (27/3) lalu, turun langsung ke beberapa titik agen dan loper penyebaran media cetak (koran) lokal Sulut dan koran nasional.
Tujuan utama dari kegiatan ini tidak lain untuk mengetahui sejauh mana fungsi kehumasan dalam memberikan informasi kebijakan, program dan kegiatan Pemerintah Provinsi kepada masyarakat melalui media cetak, telah mampu diterima dibaca, disosialisasikan dan meraih simpati serta membangkitkan ketertarikan masyarakat akan suatu kebijakan yang dihasilkan pemerintah.

‘’Evaluasi di tempat-tempat penyebaran media cetak, dilandasi oleh pemikiran bahwa kebijakan, program dan kegiatan pemprov sulut diharapkan dapat dibaca oleh masyarakat, hal ini berarti bahwa fungsi kehumasan dapat dikatakan efektif antara lain jika berita pemprov melalui media massa dapat dibaca didengar dilihat oleh stakeholders pemprov, baik internal (pejabat/staf pemprov) maupun eksternal (komponen masyarakat), dan media massa diharapkan dapat berperan membantu mensosialisasikan kegiatan pemprov sulut," ujar Ruaw.

Sejalan dengan itu, menurut Kasubag Pengumpulan dan Penyaringan informasi, Vanda B. Jocom M.Si kegiatan ini sudah dilakukan hampir sebulan untuk mendengar secara langsung apa kesan awal publik terhadap informasi berita pemprov di media cetak, karena kadang kesan terhadap berita bermula dari tempat penjualan koran,’’ ujar kandidat Doktor ini, sembari menjelaskan kesan awal yang dimaksud yakni opini awal atau komentar publik akan berita yang dibaca ketika publik membeli koran.

Lanjut Ruaw menjelaskan, pada prinsipnya posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan kebijakan pemerintah daerah, dan menjadi jembatan informasi antara pemprov dan khalayak publik, untuk membangun saling pengertian yang kontruktif. Dan yang menjadi sasaran adalah publik internal dan eksternal, dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara pemprov dengan masyarakat Sulut dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di antara keduanya.

‘’Jadi kegiatan humas tidak hanya sebatas mendampingi pimpinan, meliput dan membuat berita kegiatan pimpinan/pemprov,  tapi juga mendengar keinginan dan harapan stakeholders, menganalisis isu aktual berita media, menyusunan agenda setting kebijakan untuk publikasi dan klarifikasi berita pemprov, serta menerima pengaduan masyarakat untuk difasilitasi tindak lanjutnya ke SKPD terkait, dan juga mengevaluasi efektivitas strategi kebijakan kehumasan,’’ terang Ruaw.

Hal senada disampaikan Jocom dan Lientjewas. Bahkan berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan, tidak bisa dipungkiri didapati juga ada kesan jelek yang disampaikan publik untuk humas dan kebijakan pemprov. Pada umumnya kesan jelek tersebut datang dari ketidakpedulian, prasangka buruk, sikap melawan, dan bahkan apatis. Tapi hal tersebut harus diterima guna perbaikan dan introspeksi internal.

‘’Dalam hal ini humas harus mampu memainkan perannya, yakni mampu mengubah kesan negatif ini menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan. Karena pada dasarnya, setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu berangkat dari kebutuhan publik dan untuk kepentingan publik juga,’’ terangnya sembari menambahkan bahwa tindak lanjut dari survey lapangan ini, tim Humas selalu dilaporkan ke pimpinan untuk bahan evaluasi kebijakan, program dan kegiatan kehumasan dalam upaya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara Pemerintah dan masyarakat.
Dewasa ini, lanjut keduanya, sering didapati ada protes, demo, atau sikap menantang dari masyarakat terhadap suatu situasi atau kebijakan Pemerintahan. Dalam hal ini kesalahan jangan sepenuhnya ditujukan ke publik, karena masyarakat mungkin bersikap melawan pada sebuah situasi yang mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi, atau mengapa hal tersebut terjadi.

‘’Humas mempunyai peran kunci untuk menjelaskan sebuah kebijakan, situasi atau kejadian dengan sejelas-jelasnya sehingga ketidak-pedulian, dan bahkan sikap menentang, yang menjadi atmosfer disekelilingnya dapat diputar menjadi pengertian dan penerimaan. Kemukakan informasi secara jelas dan tidak bias,’’ tandas keduanya.

Reporter: Alex Terwin
Editor  : Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: