March 09, 2013

SMK Negeri 8 Sumompo diduga Banyak Penyimpangan

GERAK Sulut Laporkan ke Kejaksaan Manado

MANADO, FOKUSMANADO.COM - Di duga ada Kongkalikong Pembangunan SMK Negeri 8 di Sumompo Manado dengan menggunakan anggaran Blockgrand atau dana APBN dengan menelan anggaran miliaran Rupiah diminta untuk transparan.
Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat AntiKorupsi (Gerak) Sulut Jim Robert Tindi kepada FOKUSMANADO.COM mengatakan pembangunan sekolah tersebut terpantau aktivitasnya mulai akhir tahun 2012 lalu.

“Pembangunan gedung sekolah tersebut sudah berjalan sejak akhir tahun 2012 lalu,namun sayangnya sampai selesai pembangunannya,proyek tersebut tidak terpampang papan proyek,dan saya menduga proyek tersebut sengaja disembunyikan karena tidak ingin anggaran miliaran rupiah tersebut diketahui masyarakat umum dan ini adalah suatu bentuk pelanggaran,”Ungkapnya pada beberapa waktu lalu saat di temui di sela-sela kegiatan turun lapangan di kecamatan Sumompo dan Bunaken dalam rangka suksesi pemilihan calon anggota legislatif  DPRD Manado.

“Pembangunan sekolah tersebut disinyalirnya tidak memperhatikan akan bahaya longsor dan banjir hal ini terbukti sebelum pembangunan sekolah tersebut berlangsung,warga sekitar telah memberi peringatan untuk dipertimbangkan akan bahaya longsor dan banjir,namun sayangnya tak digubris,”ungkapnya sembari berharap agar Dinas Pendidikan Manado untuk memperhatikan persoalan tersebut karena dirinya juga telah menyurat secara resmi ke Badan PenanggulanganLingkungan Hidup (BPLH) Manado agar memberi perhatian khusus.

“Apa yang dikhawatirkan warga ternyata menjadi kenyataan,gedung sekolah yang siap pakai pada beberapa waktu lalu menjadi korban Bencana Banjir dan Longsor sehingga makin memperugi Negara,”kata Tindi dengan nada sesal yang tinggi.

“Tak hanya sampai disitu, GERAK-SULUT  juga menemukan adanya mark up Upah tenaga kerja contohnya laporan keuangan upah buruh Rp. 90.000/hari tapi diterima buruh hanya Rp.80.000, karena itu dalam waktu dekat GERAK akan membawa kasus ini ke kejaksaan”Tutupnya.(Obe)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: