April 28, 2013

Deklarasi Provinsi Perbatasan Nusa Utara Dipimpin Langsung Djouhari Kansil

Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd saat menandatangani Dokumen Deklarasi Provinsi Nusa Utara 
SANGIHE - Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, atas nama Gbernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang, memimpin deklarasi pembentukan Provinsi Perbatasan Nusa Utara (PPNU).

Acara yang digelar di Pendopon Rudis Bupati Sangihe di Tahuna, Jumat (26/4), di hadiri ribuan para tokoh dan warga nusa utara yang berdatangan dari kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Talaud dan dari kecamatan-kecamatan  di Kabupaten Sangihe sendiri, berlangsung meriah.

Yel Yel Hidup Provinsi Perbatasan Nusa Utara yang di gaungkan orang nomor dua di Provinsi Sulut itu disambut dengan jawaban bahasa daerah nusa utara "Ore'o" yang artinya 'ya" (bahasa Indonesia).

Kansil mengatakan, tujuan dari pemekaran ini, bukan demi kekuasaan tetapi untuk kesejahteraan rakyat nusa utara sendiri.

"Karena itu mari kita menyatuh dalam kebersamaan sehingga menjadi kuat dalam persaudaraan dan menjadi kokoh dalam komitmen, untuk mendukung agar tahun 2013 nanti PPNU sudah menjadi daerah otonom baru (DOP) sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Sulut," ujarnya.

Karena itu Kansil mengajak, marih kita bangun semangat "torang samua basudara" untuk memperkokoh perjuangan kita bersama ini. Pasti dalam menjalani proses pembentukan provinsi ini.

"Kita akan menghadapi berbagai tantangan, namun tantangan itu tidak menjadi suatu penghalang demi terwujudnya PPNU," tegas Kansil, sembari menyebutkan, Bapak Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang tetap berada di belakang kita semua, setelah berhasil memperjuangkannya di hadapan Komisi II DPR-RI pada akhir Maret 2013 lalu di Senayan Jakarta.

Dalam isi deklarasi ini tiga Bupati Kepulauan Sitaro Toni Supit, Sangihe HR Makagansa dan Talaud Constantin Ganggali, telah membacakan keputusan bersama mendukunan pembentukan PNU, serta pembacaan Deklarasi PPNU oleh Sekretis Panitia Pelaksana PPNU Jackried Maluenseng yang turut didampingi Ketua Bamukisst Mourits Berhandus, Ketua Mukad Cirus Lalompoh, dan Ketua Ikisst Agustinus Tahendung, dimana dalam isi deklarasi itu kota tahuna di tetapkan menjadi ibu kota Provinsi Perbatasan Nusa Utara.

Sebelumnya telah dilantik pula panitia pelaksana pembentukan daerah kabupaten kepulauan Sangihe Selatan, panitia pelaksana pembentukan Kota Tahuna, pelantikan panitia pelaksana pembentukan Talaud Selatan dan pelantikan panitia pelaksana pembentukan Kota Melonguane.

Reporter: Viktorius Kundiman
Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: