April 08, 2013

Faktor Alam Terjadi Kelangkaan LPG di Sulut

Ilustrasi LPG  
MANADO - Masyarakat Sulawesi Utara tidak perlu khawatir dengan kelangkaan LPG, karena saat ini pasokan LPG sudah kembali normal. Kelangkaan LPG selama beberapa hari ini terjadi bukan karena kesengajaan, namun dikarenakan faktor alam.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut DR A Manengkey, saat melaksanakan pertemuan dengan pihak Pertamina, Senin (8/4) Kemarin.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan LPG untuk wilayah Sulut sudah kembali normal, kelangkaan beberapa hari ini bukan kerena kehabisan stok, namun karena faktor alam di kota Bitung, kuota tidak berkrang dan pengiriman dari pusat semuanya berlangsung normal,” ujar Manengkey.

Secara teknis juga disampaikan Sales Executive LPG Sulut Gorontalo Mahfud Nadyo dimana pendistribusian LPG terganggu karena faktor alam. “Kapal pembawa LPG sudah berlabuh di Bitung, namun untuk mengangkut LPG dari kapal ke darat memerlukan satu kapal LCT yakni kapal perantara yang mengangukut LPG dari kapal pembawa ke darat, kapal LCT ini tidak bisa menuju ke kapal pengangkut yang berlabuh karena tidak datangnya air pasang. Kapal tersebut kandas di pantai bitung,” jelasnya.

Dilanjutkan Mahfud, pihak pertamina sudah berusaha semaksimal mungkin agar seluruh pasokan LPG bisa terangkut sepenuhnya hingga ke darat, namun keadaan cuaca tidak memungkinkan sehingga pihaknya mau tidak mau harus menunggu sampai adanya air pasang agar penyaluran LPG lancar kembali.

Pihaknya juga tidak bisa memprediksi keadaan cuaca di kota Bitung. Untuk membantu kekurangan LPG di Sulut, pihak Pertamina meminta bantuan dari Gorontalo, tapi stok tersebut juga belum bisa memenuhi sepenuhnya kebutuhan Sulut yang mencapai 80 sampai dengan 90 MT.
“Kami menjamin untuk hari ini dan seterusnya pesokan LPG sudah kembali normal karena cuaca sudah bersahabat lagi, air laut kembali pasang sehingga pasokan LPG kembali normal,” katanya.

Ditambahkan juga oleh Manengkey bagi masyarakat yang belum juga mendapatkan LPG agar menggunakan minyak tanah sebagai alternatif sementara sampai pasokan LPG kembali normal. Manengkey juga menghimbau kepada masyarakat untuk membeli LPG sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah diatur.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk membeli LPG sesuai HET sesuai dengan peraturan Gubernur, jika ditemukan ada pangkalan yang menjual tidak sesuai HET, pihak pertamina dan pemerintah langsung menindak dengan tegas pangkalan yang nakal tersebut, masyarakat juga diharapkan bekerjasama untuk melaporkan jika menemukan pangkalan yang nakal,” tegas Manengkey.

Reporter: Alex Terwin
Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: