April 15, 2013

Hamas Mulai Tangkap Kolaborator Israel

Aparat keamanan Gaza mulai menangkapi para tersangka kolaborator Israel, setelah sebelumnya memberikan waktu satu bulan bagi para kolaborator itu untuk bertobat   

GAZA CITY - Aparat kemanan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, Sabtu (13/4) lalu, mulai menangkapi para tersangka mata-mata Israel, setelah sebelumnya memberi waktu satu bulan kepada mereka untuk menyerahkan diri.

"Sejak Jumat lalu, kami sudah menahan beberapa mata-mata Israel," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Gaza, Islam Shahwan tanpa memberikan jumlah mata-mata yang ditahan.

Pada 12 Maret 2013, Hamas memberikan waktu selama satu bulan bagi para kolaborator Israel untuk menyerahkan diri dan akan mendapatkan keringanan hukuman.

Shahwan mengatakan dalam masa tenggang itu beberapa orang kolaborator menyerahkan diri untuk mendapatkan pengampunan atau keringanan hukuman. Namun, Shahwan enggan menyebutkan perlakuan terhadap para tersangka kolaborator yang menyerahkan diri itu.

Seorang pejabat Gaza mengatakan sebanyal lima atau enam tersangka kolaborator melarikan diri ke Israel, sebelum mereka berhasil ditahan.

Sesuai undang-undang Palestina, seseorang yang terbukti menjadi kolaborator Israel dijatuhi hukuman mati. Namun, semua eksekusi hukuman mati harus mendapat persetujuan presiden Palestina sebelum bisa dilaksanakan.

Namun, sejak Gaza dikuasai Hamas pada 2009, mereka tidak lagi mengakui legitimasi Presiden Mahmoud Abbas yang berasal dari kubu Fatah.

Dalam konflik delapan hari dengan Israel pada November tahun lalu, setidaknya tujuh orang ditembak mati setelah dituduh menjadi kolaborator Israel.

Setelah ditembak mati, enam dari tujuh jasad tersangka kolaborator itu kemudian diseret sepeda motor di jalanan kota Gaza.

Sumber :
Editor :
Ferlyando Sandala


BAGIKAN KE:

0 komentar: