April 16, 2013

Istri Gayus Sewa Rumah Mewah Dekat Lapas

Rumah di kompleks Taman Sari Bukit Bandung, Blok 2 no 1, Bandung, Jawa Barat disewa istri Gayus Halomoan Tambunan, Miliana Anggraeni atau Rani (35) seharga Rp 60 Juta untuk ditempati selama 2 tahun   
BANDUNG - Istri terpidana kasus korupsi pajak senilai Rp 25 miliar, Gayus Halomoan Tambunan, yakni Miliana Anggraeni atau yang dikenal Rani (35), mengontrak rumah di Kompleks Taman Sari Bukit Bandung, Blok 2 Nomor 1, Bandung, Jawa Barat. Penyewaan rumah itu diduga untuk mendekatkan Rani dengan Lapas Sukamiskin, tempat suaminya ditahan.

Koordinator keamanan di kompleks tersebut, Ruhiyat, menjelaskan, rumah itu disewa seharga Rp 60 juta untuk ditempati selama 2 tahun. Rumah itu terbilang rumah mahal dibandingkan dengan rumah-rumah lainnya yang ada di kompleks tersebut. Menurutnya, istri Gayus sudah hampir satu tahun menyewa rumah tersebut.

"Disewa Rp 60 juta dari pemiliknya, untuk 2 tahun. Tadinya mau dibeli sama istrinya Gayus seharga Rp 1,5 miliar, namun yang punya rumah tidak ngasih," kata Ruhiyat yang juga sebagai pensiunan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) tersebut saat ditemui di pos pengamanan kompleks di Jalan AH Nasution, Bandung, Jawa Barat, Senin (15/4) Kemarin.

Lanjut Ruhiyat, rumah kontrakan Rani tak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, tempat ditahannya Gayus. Rani tinggal bersama lima orang anaknya dan lima baby sitter-nya. Kelimanya juga saat ini bersekolah di Bandung.

"Satu anak dikawal oleh satu baby sitter. Kalau Bu Rani hampir tidak pernah mengantarkan anaknya ke sekolah, anak-anaknya selalu diantar sama baby sitter-nya," katanya.

Kendati demikian, Ruhiyat menambahkan, Rani hampir setiap hari keluar dari rumah kontrakannya. Dia diantar sopir. Namun, Ruhiyat tidak mengetahui pasti tujuan Rani keluar. Dia menduga Rani membesuk suaminya di Lapas Sukamiskin. "Kalau keluar, jam 9, jam 10-an, masuk lagi ke kompleks jam 11-an atau jam 12 siang," kata Ruhiyat.

Rani, lanjut dia, juga terbilang orang yang jarang gaul dengan para tetangga sekompleksnya. "Jarang gaul, Bu Rani keseringan diam di rumah, jarang ngobrol-ngobrol seperti warga lainnya. Mungkin dia (Bu Rani, red) juga tahu diri kalau posisinya dalam keadaan seperti itu."

Menurut Ruhiyat, kompleks yang dijaga memang kerap diincar oleh para keluarga tahanan Lapas Sukamiskin. Namun, pihak pemilik kompleks tidak mengizinkan kalau kompleks tersebut dihuni oleh keluarga tahanan. Rumah yang dikontrak Rani satu-satunya yang didiami keluarga tahanan.

Lalu, kenapa rumah tersebut disewakan ke Rani yang merupakan keluarga tahanan? "Ya, kan sebelumnya kami tidak tahu kalau yang menyewa rumah itu adalah istrinya Gayus. Ketika pendataan penghuni kompleks, dari kartu keluarga kelihatan ada nama Gayus Tambunan sebagai kepala keluarga," katanya.

Setelah kejadian seperti itu, pihak pemilik kompleks, Ketua RW, RT, dan keamanan setempat akan lebih jeli mendata calon pengontrak rumah di Jalan AH Nasution tersebut.

"Kalau sekarang, kami semakin berhati-hati kepada siapa saja yang akan menyewa di kompleks ini. Sekarang ini kami selalu perhatikan lebih detail, siapa orangnya, dari mana asalnya, punya keluarga tahanan atau tidak," jelasnya.

Seperti diketahui juga, mertua dari Gayus, Dayu Permata, pada September 2012 lalu, juga membeli rumah dari tersangka kasus suap hakim Toto Hutagalung di Jalan Pacuan Kuda, No 22A, Arcamanik, Bandung, yang juga tak jauh dari Lapas Sukamiskin. Rumah tersebut akan digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai harta kepemilikan Gayus, tetapi batal karena sudah dijual ke kerabat mertua Gayus.

Sumber: Kompas
Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: