April 13, 2013

Kurang Perhatian, Petani Sulut Belum Sejahtera

Lahan Pertanian di Minahasa  
MANADO - Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) belum lama ini mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) daerah ini, pada Maret 2013 naik sebesar 0,27 persen dari bulan sebelumnya.

Kabid Statistik Distribusi BPS Propinsi Sulut Albert Nicolaas SE mengatakan, di bulan Februari 2013 NTP Sulut mencapai 100,84, sementara di bulan Maret menjadi 101,11. “Naiknya belum terlalu mempengaruhi petani, karena hanya naik 0,27 persen,” ujarnya.

Menurut Nicolaas, peningkatan ini indikatornya disebabkan oleh besarnya pertumbuhan indeks harga yang diterima petani di bulan Maret mencapai 140,22 sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan indeks yang dibayar petani yang hanya mencapai 138,68. “Selisihnya sebesar 0,27 persen,” katanya.

Besaran indeks harga yang dibayar petani, kata Nicolaas umumnya disebabkan oleh masih tingginya indeks harga konsumsi rumah tangga petani, yaitu 144,13 di bulan Maret. 

“Jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan rumah tangga petani untuk BPPBM yang bergerak pelan dengan pertumbuhan sebesar 0,03 persen atau indeks harganya sebesar 119,59,” bebernya.

Untuk subsector, NTP tertinggi masih didominasi oleh subsector Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) sebesar 108,93. “Sedangkan NTP subsector perikanan masih berada di nilai yang terendah, yakni sebesar 95,88,” tambahnya.

Reporter: Nikson Katiandagho
Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: