April 28, 2013

Pasokan Pangan Sangihe Lebih Besar dari Luar Daerah

Ilustrasi Pangan 
SANGIHE - Dari hasil survei Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Sulut, ternyata untuk memenuhi ketahanan pangan di Kabupaten Sangihe, di pasok (dipenuhi) dari luar daerah. Hal itu dikatakan Sekretaris Pokja Ahli DKP Prov. Sulut DR. Rino Rogi dalam perbincangan dengan Kasubag Penerangan dan Publikasi AY Rambing, S.Sos di celah-celah Kunjungan Kerja Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd di Tahuna, Sabtu (27/4).

Menurut Rogi, Dewan Ketahanan Pangan yang merupakan perpanjangan tangan dari Pemprov Sulut, terus  melakukan survei ketahanan pangan di daerah-daerah kepulauan di nusa utara, dengan maksud agar Pemprov bisa mengetahui ketahanan pangan di salah satu daerah perbatasan.

"Saat ini selama dua hari saya (Rogi) red, di dampingi Sekretariat DKP  Medry Lumintang baru selesai melakukan suvei langsung lapangan di kota tahuna dan sekitarnya, ternyata ketersediaan pangan di sangihe itu sebagian besar masih dipenuhi dari luar daerah yaitu dari Manado dan Makasar, terutama komoditi beras", katanya.

Rogi mengatakan, stratgi untuk memenuhi kekurangan pangan ini telah dipenuhi atau diperkuat dengan pangan lokal yag ada di salah satu daerah perbatasan di nusa utara itu, dengan pangan lokal seperti sagu, pisang dan umbi-umbian, alasannya bahwa pangan lokal tersebut banyak tersedia di daerah yang dipimpin oleh Bupati Hironimus Rompas Makagansa, sembari menambahkan, bahwa faktor alam seperti cuaca buruk sangan mempengaruhi distribusi pangan di kota tahuna. Sebelumnya kami telah melakukan survey di Kabupaten Talaud, tambah salah satu pakar pertanian dari Unsrat Manado.

Reporter: Alex Terwin
Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: