April 26, 2013

Pembantaian 8.000 Warga Muslim Srebrenica Pada 1995, Presiden Serbia Minta Maaf

Presiden Serbia, Tomislav Nikolic 

SARAJEVO - Presiden Serbia yang berhaluan nasionalis, Tomislav Nikolic, Kamis (25/4), secara pribadi meminta maaf atas pembantaian 8.000 warga muslim Srebrenica pada 1995. Namun, dia menolak menyebut pembantaian itu sebagai genosida (pembersihan etnis).

"Saya berlutut dan memohon ampun untuk Serbia atas kejahatannya di Srebrenica," kata Nikolic seraya menyebut pembantaian itu sebagai kekejaman terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Saya meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan setiap individu atas nama negara dan rakyat kami," kata Nicolic dalam wawancara yang disiarkan televisi nasional Bosnia yang sebagian di antaranya sempat disiarkan kembali di Youtube.

Setelah terpilih pada Mei 2012, Nikolic menolak menyebutkan pembantaian di kantong Bosnia di mana 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibunuh oleh tentara Serbia Bosnia itu sebagai genosida. Dua pengadilan internasional telah menyebut pembantaian di Srebenica sebagai genosida.

Lima tahun lalu Nikolic, pemimpin puncak Partai Radikal Serbia yang ultranasionalis menolak tuduhan pasukan Serbia melakukan kejahatan kemanusiaan selama Perang Balkan pada era 1990-an.

Pemimpin partai itu, Vojislav Seselj, saat ini tengah disidangkan atas tuduhan melakukan kejahatan perang di Mahkamah Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY).

Bangsa Serbia sendiri sudah sejak lama menyesali pembantaian tersebut. Pada 2010, parlemen Serbia meloloskan deklarasi bersejarah mengenai kutukan terhadap pembantaian Srebrenica yang mengakhiri penyangkalan politisi Serbia mengenai skala pembunuhan di situ. Ketika itu, Nikolic tidak mendukung manuver ini. Pendahulu Nikolic, Boris Tadic, telah meminta maaf kepada para korban pembantaian Srebrenica pada 2005.

Baik ICTY maupun Mahkamah Internasional telah menyatakan pembantaian Srebrenica sebagai genosida. Seperti dikutip dari Reuters, pemimpin politik dan militer Serbia Bosnia, Radovan Karadzic dan Ratko Mladic, kini tengah diadili di ICTY atas tuduhan genosida karena perannya dalam pembantaian Srebrenica.

Sumber :ANT
Editor :Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: