April 06, 2013

Polres Jakarta Utara Tangkap 83 Preman

Puluhan preman yang biasa beraksi di Parkir Timur Senayan ditangkap Sub Direktorat Reserse Polda Metro Jaya  
JAKARTA - Polisi menangkap 83 tersangka kejahatan dalam operasi premanisme di Jakarta Utara dua pekan terakhir. Mereka adalah preman yang membeking parkir liar, penjudi, pemakai dan pengedar narkoba, dan perampas di jalanan.

Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Alan Satya D, Sabtu (6/4) Kemarin, menyebutkan, sebanyak 23 orang di antaranya ditangkap saat berjudi, 12 orang tertangkap karena membawa senjata tajam, seorang tertangkap membawa sabu, perampok, dan sisanya adalah preman yang membuka parkir liar dan memungut uang dari pengendara di jalanan.

"Mayoritas ditangkap hari ini di sejumlah lokasi operasi seperti di Koja, Penjaringan, Pademangan, dan Cilincing. Operasi rutin yang melibatkan seluruh personel di tiap kepolisian sektor ini untuk menekan angka kriminalitas," tambah Alan, seperti dilansir Kompas.com.

Perampok yang tertangkap dalam operasi itu adalah MN (40) yang baru saja menjambret di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu pukul 12.00. Korbannya, Nanang Lala (24), warga Jalan Karangmulya RT 02 RW 08 Sumber Jaya Lampung Barat. Selain telepon genggam, Nanang dirampas uang Rp 1,5 juta dan perhiasannya.

Adapun ST (34) ditahan karena kedapatan membawa 0,9 gram sabu dan senjata tajam di dalam mobilnya. ST ditangkap petugas yang tengah beroperasi di Kalijodo, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

ST mengaku melintas di Kalijodo setelah membeli sabu di Kampung Ambon Jakarta Barat. Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Daddy Hartadi mengatakan, ST diduga pemakai narkoba dan sempat mengaku sebagai wartawan saat ditangkap petugas. Namun, belakangan ST membantahnya.

Daddy menambahkan, khusus untuk preman-preman jalanan yang tak terbukti melakukan kejahatan akan didata dan dibina sebelum dilepas kembali. Namun, ST, MN, dan tersangka lain akan diproses hukum.

Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: