April 10, 2013

Ricuh PKL Stasiun Kalideres

Bekas lemparan batu di Stasiun  
JAKARTA - Ratusan PKL pada Selasa sore melakukan aksi penolakan pembokaran kios di Stasiun Kalideres. Menurut Ketua RW 6 Dani Tamin para pendemo yang sempat membuat ricuh itu bukanlah warga pemilik PKL daerah tersebut.

"Mereka itu bukan warga sini, bukan pedagang yang biasa jualan disini. Jadi ada dari perwakilan pedagang dari Pasar Minggu, Depok, Angke, Duri dan mereka semua di provokasi," ujar Dani saat berbincang dengan wartawan di rumahnya yang tidak jauh dari stasiun Kalideres, Rabu (10/4) Kemarin.

Dani mengatakan, saat itu dirinya sudah memberitahu Kapolsek Kalideres bahwa kebanyakan dari para pendemo bukanlah warga yang biasa berjualan di samping Stasiun Kalideres. Dirinya juga sempat mengusir para mahasiswa yang mengkoordinasi demo tersebut.

"Saya udah lapor Kapolsek bahwa mereka bukan warga sini. Jadi kalau bertindak anarkis tangkap saja," ujar Dani.

Dani mengatakan, bahwa tidak ada para pendemo yang terkena peluru peringatan petugas. Menurutnya, saat itu para pendemo terluka karena ulahnya sendiri dengan memukul kaca loket tiket stasiun.

"Saya baca ada yang beritakan ada yang kena tembakan polisi, padahal salah satu pendemo, bukan warga sini, terluka karena menonjok kaca loket stasiun dan ada juga yang kena batu," ujarnya.

Dani menambahkan, untuk mengantisipasi hadirnya orang-orang luar yang tidak bertanggung jawab, pengamanan di daerah PKL tersebut diperketat. "Jadi sekarang kalau ada orang asing yang datang kita tanyakan keperluannya apa dan darimana," imbuhnya, seperti dilansir detiknews.


Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE:

PENULIS :