May 11, 2013

Gubernur Sulut Brifing Kepala SKPD Terkait Perkembangan MP3Ei

Saat rapat, Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang  memberikan brifing kepada para Kepala SKPD dan Kepala UPTD. 

MANADO - Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang  memberikan brifing terkait soal perkembangan Master Plan Percepatan Perekembangan Ekonomi indonesia (MP3Ei) khusus Koridor 4 Sulawesi,  kepada para Kepala SKPD dan Kepala UPTD di lingkungan Pemprov Sulut. Kegiatan yang berlangsung di ruang Huyula Kantor Gubernur, Jumat (10/5), itu turut didampingi Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd serta Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan.

Gubernur mengatakan, para pejabat di daerah penting memahami maksud dari MP3Ei, karena diakuinya sedangkan pejabat setingkat Dirjen dipusat masih ada yang kurang paham dengan maksud dari pelaksanaan MP3Ei itu. Karena itu agar bisa mengetahui maksud dan tujuan dari pelaksanaan MP3Ei, maka saya mengundang kalian untuk memberikan brifing terkait dengan MP3Ei ini. Apalagi Provinsi Sulut telah disetujui menjadi pintu gerbang di kawasan Asia Pasifik.

 Dimulai dari kehadiran 5 Menteri yang mengikuti Rakor MP3Ei yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa minggu lalu di GKIC Manado, Sarundajang manyatakan, MP3Ei didalamnya di bagi kedalam enam koridor, antara lain Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Kepualaun Maluku. Dimana wilayah Sulawesi masuk dalam koridor 4, masing-masing wilayah mempunyai usulan yang berbeda-beda.

Khusus untuk Provinsi Sulut, menurut Sarundajang perkembangan infrastruktur yang sudah diajukan sejak awal telah disetujui yaitu pembangunan jalan tol manao-bitung dengan biaya kurang lebih Rp. 4 Triliun Rupiah, dan bantuan pemerintah pusat untuk tahap pertama sebesar Rp.2 Triliun Rupiah, dimana pada tahap pertama ini tender proyeknya dilaksanakan bulan Oktober 2013 yaitu Manado-Airmadidi dan rencana ground breakingnya Januari 2014 tahun depan, jelasnya.

Sementara untuk pembangunan pengmbangan pelabuhan bitung sebagai pelabuhan peti kemas menuju internasional Hub Port, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bitung, sejak awal telah masuk dalam list proyek MP3Ei, sedangkan Proyek-proyek penunjang lainnya telah dimasukan dalam proyek APBN, seperti infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pelabuhan fery, pelabuhan umum yang terbesar di wilayah provinsi sulut, pengembangan pertanian, peternakan, perikanan dll, sebut Sarundajang.

Sarundajang mengatakan, dari evaluasi dan analisa perkembangan MP3Ei hingga pelaksanaan rakor MP3Ei pada 3 Mei 2013 lalu, sulut telah menyampaikan “New Initiative” inisiatif baru yang telah diterima pada saat rakor, untuk masuk dalam list program MP3Ei yaitu, pembangunan pabirk baja di kabupaten minut dan pabrik semen di lima kab/ko di sulut dalam skala besar; percepatan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan irigasi di bolmong.

Penambahan pelabuhan dan pembangunan SPBU di tiga kabupaten kepulauan (nusa utara), perpanjangan Run Way Bandara Sam Ratulangi dari 2650 M menjadi 3000 M, dalam rangka mengantisipasi terbangunnya Hup Internasional Airport, pembangunan kampus baru Unsrat (saat ini luasnya hanya 34 Ha dengan jumlah mahasiswa sekitar 24.000 orang), pembangunan Bendung Multipurpose di Das Tondano diperlukan untuk kebutuhan air bersih bagi Manado, Minut, Minahasa dan Bitung, juga bermanfaat untuk pengendalian banjir di Manado, serta pembangunan Kereta Api Bitung-Manado tahap pertama dalam rangka menunjang konektiviti trans sulawesi.

Jadi agar saudara memahami dengan benar ada proyek-proyek berskala besar yang di usulkan lewat APBN juga hal yang sama bisa di usulkan melalui wadah MP3Ei yang di koordinir langsung oleh Menko Perekonomian, dengan tujuan untuk mempercepat usulan-usulan dimaknyasud, karena Dinas PU, Bappeda dan Dishub, mengawal proyek-proyek yang sudah disetujuai itu, tambah Sarundajang.

Reporter: Terwin
Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE: