May 02, 2013

Hampir Seluruh Kelurahan di Jakarta Timur Terendam Banjir

Saat Banjir yang terjadi di beberapa Kelurahan Jakarta Timur 
JAKARTA - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Rabu (1/5) hingga Kamis (2/5) dinihari ditambah air kiriman dari Bogor mengakibatkan sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada 6 kelurahan di wilayah Jakarta Timur yang terendam banjir akibat hujan lebat sejak kemarin malam. Keenam kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Kampungmelayu dan Bidaracina di Kecamatan Jatinegara, Kelurahan Cililitan dan Cawang di Kecamatan Kramatjati, Kelurahan Pinangranti dan Cipinangmelayu Kecamatan Makasar.

Di Kelurahan Kampungmelayu misalnya, ada 815 rumah, 1528 KK dan 3787 jiwa di 51 RT dari 8 RW yang tergenang dengan ketinggian 30-300 cm.

"Air mulai masuk pemukiman warga sejak pukul 21.00 dan terus naik hingga pukul 03.00. Tapi sampai sekarang belum ada warga yang mengungsi," kata Bambang Pangestu, Lurah Kampungmelayu, Kamis (2/5).

Banjir yang melanda wilayahnya, kata Bambang, disebabkan hujan deras yang terjadi sejak Rabu malam ditambah kiriman air dari Bogor. "Mudah-mudahan sore atau malam ini bisa surut. Tapi itu juga tergantung cuaca," ujarnya.

Di Kelurahan Bidaracina, luapan Kali Ciliwung menggenangi puluhan rumah di RT 09/04. Ketua RW 04, Galuh mengatakan, banjir setinggi sekitar 1 meter mulai menggenangi wilayahnya sekitar pukul 21.00 WIB. "Sampai sekarang masih banjir. Mudah-mudahan cepat surut," kata Galuh

Selain Kampungmelayu dan Bidaracina, luapan Kali Ciliwung juga mengakibatkan puluhan rumah di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, tepatnya di Gang Arus di RW 02 terendam banjir.

Di Kelurahan Cililitan, banjir juga menggenangi 5 RT di 2 RW yang mengakibatkan 302 jiwa dan sekitar 110 KK menjadi korban. "Beruntung, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi," kata Wawa Kartiwa, Lurah Cililitan.

Hujan deras yang terjadi pada Rabu (1/5) juga membuat Kali Cipinang meluap dan mengakibatkan banjir di Kelurahan Pinangranti, Kecamatan Makasar. Di RW 07, ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Ketua RW 07, Sukirin mengatakan, dari enam RT di wilayahnya, RT 06,07, dan 09 tergenang. RT 07 merupakan titik terparah yang terkena banjir. Banjir yang mulai menerjang wilayah ini sekitar pukul 21.00 WIB, belum terlihat akan surut. "Sudah lebih dari satu meter di sana. Kalau di RT yang lain sekitar 50 cm," katanya.

Selain menggenangi rumah warga, air juga menggenangi Jalan Pusdiklat Depnaker, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Air setinggi sekitar 40 cm membuat akses jalan dari Pinang Ranti menuju Cililitan atau sebaliknya sempat terputus. Kemacetan pun tak terelakan akibat banyaknya kendaraan bermotor khususnya roda dua yang mogok karena mesinnya terendam air.

Di Kelurahan Cipinangmelayu, Kecamatan Makasar, luapan Kali Sunter membuat ratusan rumah di RW 03 dan 04 terendam banjir setinggi sekitar 80 cm. "Air mulai masuk sekitar jam 00.30 WIB, dan sampai sekarang masih terus naik. Sebagian warga sudah ada yang mengungsi ke kantor RW, sebagian yang lain bertahan di rumah atau rumah kerabat," kata Muchtar, Ketua RW 03.

Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: