May 10, 2013

Inilah Profesi Sambilan Teroris Ditangkap Densus 88

Ilustrasi. 
JAKARTA - Secara mengejutkan tim Densus 88/Antiteror melakukan penyergapan di sejumlah daerah dalam waktu yang hampir bersamaan. Hasilnya, 20 terduga teroris ditangkap, 7 orang di antaranya tewas dalam baku tembak.

Bila dicermati, sejumlah terduga teroris yang ditangkap ini menjalani kegiatan sehari-hari seperti kebanyakan orang lainnya. Bahkan untuk mengisi waktunya mereka juga sempat berjualan.

Lalu siapa saja teroris atau terduga teroris yang rumah atau kontrakannya dijadikan tempat berbisnis? Berikut datanya seperti dihimpun detikcom, Jumat (10/5/2013):

1. Teroris Bangka Jualan Air Isi Ulang
Tim Densus 88/Antiteror menangkap 2 orang terduga teroris di Bendungan Hilir pada 2 Mei 2013 lalu. Tim Densus 88 langsung bergerak cepat menggeledah rumah kontrakan yang dihuni Sefa Riano dan Achmad Taufiq alias Ovie.

Dari kontrakan yang ada di Jalan Bangka II F, Mampang, Jaksel, tim Densus menyita bom rakitan dan rangkaian kabel. Warga sekitar mengaku tak tahu siapa nama 2 orang yang tinggal bersama 1 wanita dan anak kecil di kontrakan tersebut.

Namun diketahui bahwa, terduga teroris yang baru 3 minggu menghuni kontrakan itu, meneruskan usaha kios isi ulang air minum yang diberi nama 'Rasya Water'.

2. M Thorik Penjual Voucher Pulsa
Penggeledahan rumah Thorik (32) di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat terjadi pada 5 September 2012 lalu. Di sini polisi menemukan bom rakitan.

Warga mengenal Thorik sebagai penjual voucher pulsa. Tembok rumahnya pun dicat dengan warna dan nama operator seluler.

Thorik menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 18 Maret 2013. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Thorik dengan dua pasal berlapis tentang terorisme dengan ancaman hukuman 15 tahun bui.

3. Terduga Teroris Beji Depok Penjual Bubur
Satu lagi teroris yang diketahui beraktivitas sebagai pedagang. Namanya Muhammad Yusuf alias Yusuf Rizaldi alias Abu Toto. Yusuf menjalani sidang dakwaan pada 25 Maret 2013 dalam kasus bom Beji, Depok bersama rekannya Agus Abdillah alias Agus alias Jodi bin Rojihi.

Dalam surat dakwaan, jaksa Iwan Setiawan menyebutkan jika Agus merupakan 'pengantin' yang merencanakan pengeboman di beberapa tempat, seperti Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Istana Negara, DPR, dan Mapolres Jakarta Pusat. Sementara Yusuf berperan sebagai pengajar Agus dalam meracik bom.

Disebutkan juga keduanya bersama pelaku lainnya melakukan rencana teror dengan meracik bom di sebuah kontrakan yang dikamuflasekan sebagai Yayasan Yatim Piatu di RT 04/13, Beji, Depok, Jawa Barat pada 8 September 2012 lalu.

Lokasi peracikan bom lainnya berada di kontrakan Anwar di Bojong Gede. Anwar yang meninggal dunia merupakan pimpinan teroris di Beji.

Nah, Yusuf diketahui merupakan penjual bubur. Sama dengan Anwar yang tinggal Bojonggede, Jabar. Tetangganya mengetahui Anwar sebagai penjual bubur ayam dan susu kedelai.

Sumber: Detik
Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE: