May 10, 2013

Runtuhnya Pabrik di Bangladesh Korban Tewas Sudah Lebih dari 900 Jiwa

Salah satu korban selamat dari ambruknya pabrik garmen di Savar Bangladesh.  

DHAKA - Lebih dari dua minggu setelah pabrik ambruk di Banglades yang menjebak pekerja di bawah tumpukan beton hancur, korban tewas telah melampaui 900. Pihak berwenang menemukan lebih banyak mayat dari reruntuhan, sehingga jumlah orang yang tewas tercatat telah mencapai 931, seperti dikutip dari kantor berita nasional BSS, Kamis (9/5/2013).

Pabrik tersebut runtuh pada Rabu (24/4/2013), di Savar, pinggiran ibu kota Banglades, Dhaka. Dari dalam pabrik, 2.400 orang sudah terselamatkan, dan kini petugas menggunakan alat berat untuk membersihkan lokasi reruntuhan sekaligus menemukan mayat yang terjebak di dalamnya. Operasi penyelamatan sebelumnya digelar selama tujuh hari, dan saat itu korban tewas sudah melampaui 500 orang.

Runtuhnya bangunan ini juga mengungkap murahnya produk garmen dari kawasan ini yang dipasok untuk Eropa dan negara maju lain. Insiden ini telah menjadi salah satu bencana industri paling mematikan di kawasan Asia Selatan.

Pemilik bangunan dan pabrik kini disidik atas tuduhan memerintahkan para pekerja tetap bekerja meski sehari sebelumnya mengetahui ada keretakan pada struktur bangunan. Pemasukan 20 miliar dollar AS dari industri garmen Banglades, merupakan penyumbang 77 persen pemasukan ekspor negara itu.

Di antara mereka yang kini dituding menjadi penyebab runtuhnya pabrik ini adalah para pengusaha ritel pakaian bermereka di Barat. Pemasok dari Banglades menyebut tuntutan harga murah menjadi salah satu tekanan yang menyebabkan pemberian upah dan kondisi buruk bagi para pekerja.


Sumber :
Editor :
Ferlyando



BAGIKAN KE: