June 27, 2013

Di Pilcaleg 2014, Raski Mokodompit Akan Mengalami Kesulitan

Raski Ashari Mokodompit. 
KOTAMOBAGU - Kendati belum ada keputusan final atau pleno dari KPU Kotamobagu terkait hasil perhitungan suara Pilwako Kota Kotamobagu (KK), tapi dari hasil sementara pasangan Tatong Bara-Jainudin Damopolii (TB-Jadi) ungul atas jagoan koalisi dua partai besar PG-PDIP yakni Djelantik Mokodompit-Rustam Simbala (Djelas).

Dengan kondisi seperti ini, maka rintangan akan dihadapi Raski Ashari Mokodompit untuk meraup suara di Pilcaleg 2014 mendatang menuju Gedung Cengkih sebutan kantor DPRD Sulut. Pasalnya, Raski merupakan putra mahkota alias anak kesayangan Walikota KK, Djelantik Mokodompit.

“Dengan kekalahan yang dialami Ayahnya, otomatis dukungan untuk Raski akan menurun. Masyarakat KK tentunya akan beralih dukungan kepada caleg PAN ke DPRD Sulut. Ibaratnya, Raski akan menghadapi jalan terjal karena tidak lagi mendapat dukungan dari Ayahnya yang sudah tentu tak lagi menjabat sebagai walikota. Hal ini tentunya akan merugikan Partai Golkar,” kata sejumlah kader PG KK yang enggan nama mereka dipublis.

Lanjut disebutkan mereka, meski harus menghadapi berbagai rintangan, tapi kami tetap mendukung Raski menuju kursi DPRD Sulut.

“Apapun yang terjadi saat ini tidak akan mempengaruhui dukungan kami kepada Raski. Sebab, kekalahan PG di KK bukan menjadi batu sandungan bagi kami untuk memuluskan keinginan Raski demi merebut satu kursi di DPRD Sulut dari Dapil Bolmong Raya. Perlu digaris bawahi bahwa kultur Pilkada atau Pilwako tidak sama dengan Pilcaleg. Kami punya keyakinan, bahwa kader Golkar akan tetap berjaya di Pilcaleg mendatang meski kondisi yang terjadi sekarang ini Golkar kalah telak di Bolmong Raya,” ulas mereka sembari menghimbau kepada kader-kader PG yang lain untuk tetap eksis serta tetap mendukung caleg yang diusung PG di Pilcaleg mendatang.

Terpisah, Wakil Ketua DPD I PG Sulut, Serpha Manembu menegaskan, jangan samakan Pilkada dengan Pilcaleg karena kondisinya sangat jauh berbeda.

“Kalau di Pilkada hanya dua figur yang ditonjolkan yakni calon bupati dan wakil bupati atau calon walikota atau wakil walikota, akan tetapi kalau di Pilcaleg yang ditonjolkan adalah figur dari masing-masing caleg. Perbedaan lainnya adalah keinginan atau kepercayaan masyarakat kepada caleg lebih besar jika dibandingkan dengan pilkada atau pilwako. Yang pasti, kader Golkar tidak akan terpengaruh dengan kondisi yang terjadi sekarang ini. Tentunya kami akan berjuang untuk merebut kembali kepercyaan masyarakat,” tukas Manembu optimis.


Reporter: Victorius
Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: