June 26, 2013

Kemenlu Spanyol: Tidak Ada Penembakan di Perairan Gibraltar

Kota Gibraltar dilihat dari puncak bukit karangnya yang terkenal. Inggris menguasai Gibraltar sejak abad ke-17, namun Spanyol terus menginginkannya kembali dan tidak mengakui kedaulatan Inggris atas wilayah kecil namun strategis tersebut. 
MADRID - Pemerintah Spanyol, Rabu (26/6/2013), membantah tuduhan Inggris bahwa kepolisian negeri itu menembaki sebuah jet ski di perairan Gibraltar dan balik menuding Inggris menyebarkan kabar burung.

Insiden yang diduga kuat terjadi pada Minggu (23/6/2013) di wilayah yang menjadi perebutan kedua negara, sempat memicu masalah diplomatik antara Spanyol dan Inggris.

Pada Selasa (25/6/2013), Menteri Urusan Eropa David Lidington mengatakan dalam sebuah aksi ilegal di perairan Gibraltar yang adalah wilayah seberang lautan Inggris, seorang polisi Spanyol menembakkan senjatanya.

Lidington menambahkan dia sudah bertemu dengan rekannya dari Spanyol, Inigo Mendez de Vigo dalam sebuah pertemuan Uni Eropa di Luksemburg. Dalam kesempatan itu dia mengajukan protes kepada Spanyol atas insiden tersebut.

"Saya menjelaskan bahwa penggunaan senjata api di atau dekat Gibraltar sangat tidak bisa diterima," kata Lidington sambil menambahkan sudah meminta kuasa usaha Inggris di Madrid untuk menyampaikan protes resmi.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar Inggris di Madrid mengatakan salah seorang diplomat Inggris, Daniel Pruce, menggelar pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri Spanyol untuk meminta penjelasan penuh.

Namun, juru bicara Kemenlu Spanyol memngatakan direktur politik kemenlu memastikan kepada diplomat Inggris itu bahwa tidak ada penembakan di perairan Gibraltar.

"Kami juga menyampaikan kekecewaan kami terhadap pemerintah Inggris karena terus mengulangi sebuah rumor yang tak diverifikasi dan tak berdasar," kata juru bicara Kemenlu Spanyol.

Kemenlu Spanyol kemudian mengatakan, insiden yang melibatkan sebuah jet ski memang terjadi namun tidak ada satu tembakanpun di lepaskan di perairan Gibraltar.

Kabar ini berawal dari seorang pria David Villa (32), yang menyatakan kepada situs berita Olive Press mengatakan dia tengah mencoba jet ski barunya bersama keluarga pada Minggu itu.

Saat mencoba jet ski itu, dia melihat Guardia Civil atau polisi Spanyol datang mengejar saat dia sudah kembali mengarah ke pantai.

"Ada tiga polisi di atas kapal. Saya melihat salah satunya memegang senjata api," kata David.

"Saya sedang menurunkan kawan saya di Pantai Barat saat saya mendengar tembakan pertama. Awalnya kami tak yakin suara itu datang dari sebuah senjata api. Namun, kenyataan memang demikian," lanjut dia.

"Saya lalu menaiki kembali jet ski saya dan melaju sebelum menyadari kapal polisi itu mengejar saya dan melepaskan tiga tembakan ke arah saya," papar David.

Pada November tahun lalu, Inggris dan Spanyol sama-sama memanggil duta besar masing-masing dalam sebuah perselisihan terkait serangkaian insiden laut di sekitar wilayah kecil namun strategis itu.

Inggris menguasai Gibraltar sejak 1713, namun Spanyol menginginkan wilayah itu dikembalikan dan menolak mengakui kedaulatan Inggris atas Gibraltar dan perairannya.

Sumber : AFP
Editor : Ferlyando

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: