June 29, 2013

Oknum Petugas Rutan Aniaya Tahanan di Samarinda,Diselidiki Polisi

Penganiayaan Tahanan. 
SAMARINDA - Kepolisian bergerak cepat menyelidiki oknum petugas Rutan IIB Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang diduga menganiaya dengan sadis seorang tahanannya, Jumat (21/6/2013) lalu. Tiga orang saksi diperiksa penyidik.

Dugaan penganiayaan Kunding, tahanan kasus narkoba di Rutan tersebut, kini masuk ranah tindakan kepolisian. Terlebih lagi, video rekaman perbuatan oknum petugas tersebut terbilang sadis dan kini menyebar luas di tengah masyarakat.

"Benar, sekarang sedang kita tangani. Ada 3 orang saksi yang sudah kita mintai keterangan," kata Kapolres Berau AKBP Mukti Juharsa ketika dihubungi detikcom, Jumat (28/6/2013) malam.

Meski begitu, Mukti menegaskan penyidik belum menetapkan tersangka dugaan penganiayaan terhadap korban, yang disebut-sebut dianiaya lantaran hendak melarikan diri dari Rutan.

"Belum, belum ada tersangka. Pemeriksaan masih berjalan. Yang jelas dan perlu saya tegaskan bahwa kita sudah lakukan visum terhadap korban," ujar Mukti.

Mukti juga menjelaskan, pihaknya dalam menangani kasus ini, tidak perlu menunggu laporan korban ke kepolisian. Mengingat, kasus tersebut merupakan tindak pidana murni.

"Tidak, tidak perlu ada laporan korban. Kita yang susun laporan dan penyelidikan sendiri karena itu pidana murni," tutup Mukti.

Seperti diberitakan, video kekerasan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oknum petugas Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Berau, kini menyebar luas di masyarakat. Video berdurasi 2 menit 12 detik itu, mempertontonkan ulah oknum yang diduga petugas Rutan, yang menganiaya Kunding, seorang tahanan di Rutan tersebut.

Awalnya Kunding didapat di sebuah semak-semak di kawasan Jl Mangga II, Tanjung Redeb. Kemudian dia diseret ke pinggir jalan dan dianiaya oknum petugas dengan ikatan tali. Meski disaksikan warga sekitar dan anak-anak, petugas tersebut dengan lantang terus menganiaya lantaran kesal Kunding berupaya melarikan diri dari sel tahanan.

Sumber: ndc
Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: