July 04, 2013

Jenazah Prof Paruntu Disemayamkan di DPRD Sulut

Ibadah pelepasan Alm. Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu MS diruang Rapat Utama di DPRD Sulut. 
MANADO - Jenasah almarhum Prof Jopie Paruntu, Rabu (3/7/2013) pukul 14.45 tiba di kantor DPRD Sulut. Almarhum Paruntu disemayamkan di ruangan paripurna melalui ibadah pelepasan yang dipimpin Pdt Eden Porajow STh. Tampil sebagai inspektur upacara Ketua Deprov Meiva Salindeho-Lintang STh.

Jenazah Prof. DR. Ir. Jopie Paruntu MS saat diturunkan di Kantor DPRD Sulut untuk dilakukan pelepasan. 

Pdt Eden dalam khotbahnya menegaskan kisah Rasul Paulus dengan filosofi ‘hidup adalah keuntungan’. “Artinya Rasul Paulus mengingatkan hidup harus berbuat. Almarhum telah membuktikan dengan perbuatan dan jasa-jasa baik selama hidup di dunia,” ujar Pdt Eden.
Isteri almarhum, Jenny Tumbuan dan Tetty Paruntu bersalaman dengan Gubernur Sinyo Harry Sarundajang dan Ketua Deprov Meiva Salindeho-Lintang. (bmc). 

Untuk itu hamba Tuhan ini mengingatkan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk merelakan kepergian almarhum. “Almarhum telah pergi dan tidak akan kembali lagi. Biarlah semua buah pikiran almarhum dapat dilanjutkan,” tutur Pdt Eden.

Ketua dan Anggota DPRD Sulut saat membawakan puji-pujian di ibadah pelepasan Alm. Porf. DR. Ir. Jopie Paruntu, MS. 

Ketua DPRD Meiva Salindeho-Lintang pada sambutan penghiburan memberikan penghargaan tinggi kepada almarhum atas pengabdian kepada keluarga, masyarakat dan negara semasa hidup. Menurut Meiva, almarhum merupakan sosok yang patut menjadi contoh dan teladan bagi keluarga besar Paruntu-Tumbuan.

Ketua DPRD Sulut, Meiva Salindeho-Lintang menjadi inspektur upacara. 
“Keluarga besar Paruntu-Tumbuan yang ditinggalkan patut berbangga memiliki sosok almarhum dengan komitmen dan pemberian  diri yang besar kepada keluarga, masyarakat dan negara. Banyak hasil karya almarhum yang patut diteladani termasuk ketika menjadi wakil rakyat di lembaga DPRD Sulut,” ujar Meiva.

Anggota dewan dan pejabat pemprov jabat tangan kepada keluarga usai ibadah. 

Diketahui, almarhum Prof Jopie Paruntu pernah menjabat Rektor Universitas Sam Ratulangi, dan terakhir sebagai Ketua Komisi 4 DPRD Sulut bidang kesejahteraan masyarakat. Almarhum meninggalkan isteri Jenny Johana Tumbuan serta 3 orang anak, Tetty, Inka dan Mikha Paruntu.

(Advetorial / Liputan Khusus)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: