December 02, 2013

Dua Kubu Antara Cinderella Dan Lumba-lumba Saling Serang

Tawuran antara kampung. ilustrasi. 
Manado - Tawuran antar kampung (tarkam) kembali meletus di Kelurahan Sindulang II, Kecamatan Tuminting, Minggu (01/12) subuh sekitar pukul 03.00 WITA Situasi mencekam karena dua kelompok warga dari lorong Cinderella dan Lumba-lumba terlibat saling serang menggunakan panah wayer, berbagai senjata tacam dan batu.

Sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dari dua kelompok yang bertikal. Yang jelas, hingga tadi malam situasi di lokasi tarkam yang terjadi di ruas Jalan Boulevard II itu mulai kondusif setelah petugas Polresta Manado turun melakukan pengamanan.

Sebagaimana informasi yang dihimpun dari warga sekitar, penyebab insiden itu adalah dendam lama antara kedua kubu yang memang sebelum ini sudah beberapa kali terlibat tarkam. "Yang lebih dulu menyerang kelompok pemuda dari lorong Cinderella.

Sedangkan Lumba-lumba hanya menyerang balik, "ujar seorang perempuan bersuami yang tidak mau namanya di mediakan, saat ditanyai wartawan. Menurutnya, kelompok dari Lorong Cinderella memancing keributan dengan melempari batu rumah-rumah warga Lorong Lumba-lumba. Akibatnya, tak terima diperlakukan demikian, merekapun membalas, Tak terima diperlakukan demikian, merekapun membalas.

 Tak ayal, situasi semakin memanas ketika kedua kelompok itu turun ke jalan untuk saling menyerang. Masing-masing kelompok membawa panah wayer, samurai dan senjata tajam lainnya, serta batu. Beruntung, sebelum situasi makin runyam, polisi yang mendengar ada insiden tersebut langsung turun ke lapangan. Terlihat di lokasi kejadian, Kapolsek Tuminting AKP Heryanto Kandati turun bersama anggotanya untuk mencoba meredam emosi kedua kelompok.

 Akan tetapi, upaya ini sempat nyaris tak membuahkan hasil. Pasalnya, kedua kelompok masih saling serang meski kandati telah membuang tiga kali tembakan peringatan ke udara. Situasi baru benar-benar kondusif setelah seluruh petugas piket di Polresta Manado, dibantu personil dari tujuh Polsek ikut nimbrung melakukan pengamanan.

 Para perserta tarkam langsung menghentikan aksinya dan melarikan diri karena takut dtangkap polisi. Beberapa saat kemudian, yang tersisa hanyalah ratusan anak panah wayer yang berserakan di aspal. Kapolresta Manado Kombes Pol Drs Sunarto, ketika dikonfirmasi menerangkan bahwa kejadian ini merupakan maslah klasik yang belum saat ini.

 Karena itu, pihaknya akan terus mencari solusi untuk mengatasi aksi tarkam, sambil berharap masyarakat bisa lebih menahan emosi. "Aksi tarkam ini sudah terjadi sejak lama, dan menurut informasi dari petugas kami, kedua kubu terprovokasi sehingga peristiwa ini kembali terjadi, "ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Sunarto melanjutkan, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mempertemukan para tokoh dari kedua kelompok yang bertikai untuk menemukan solusi agar insiden tersebut tak terulang lagi. "Untuk mencegah terulang kembali, selain memantau pergerakan dari kedua kubu dengan patroli rutin, serta menempatkan anggota dilokasi, kami juga akan merangkul kedua kubu, "pungkasnya.(ts)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: