September 15, 2014

Tjipta Lesmana : Jokowi -JK Harus Ekstra Hati-hati Menempatkan Menteri Dikabinetnya


Jakarta – Susunan menteri Presiden
Jokowi dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (Jokowi – JK) belum diumumkan, akan tetapi sudah banyak yang mulai berspekulasi siapa-siapa yang bakal menempati kursi dalam kabinet tersebut. Baik itu, lembaga survey, lembaga konsultan politik, relawan, akademisi dan sebagainya.

Menurut pakar komunikasi sekaligus Ketua Kaprogdi Universitas Pelita Harapan (UPH) Prof Tjipta Lesmana, semua orang sedang menunggu susunan kabinet yang ada.
Dan berhasil tidaknya pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla berhasil ditentukan oleh kwalitas kabinetnya, jadi Jokowi-
JK harus ekstra hati-hati menempatkan orang-orang yang akan duduk, ujarnya kepada fokusmanado di ruang kerjanya Sabtu (14/9) kemarin.

Syarat jadi menteri kata Lesmana, tidak boleh nepotisme dan dia harus capable dan memiliki kemampuan dibidang
tersebut dan diakui, selanjutnya dia harus merakyat, harus merakyat seperti Jokowi, moralitas dan integritasnya bagus,
jadi itu tiga syarat mutlak pertama punya kompetensi, capable dan mampu dibidang itu. Kedua, harus merakyat. Ketiga, moral dan integritas bagus baik itu dari partai atau bukan kita tidak permasalahkan.
Bagaimana pun juga orang profesional juga tidak semuanya bagus. Yang penting punya kompetensi. Itu sebelum kabinet
dia ulang-ulang dan saya orang yang pertama yang mengkritik kabinet SBY, begitu diumumkan Oktober 2002,
tuturnya.

Lesmana pun mencontohkan, Hatta-Rajasa yang tidak punya kemampuan di bidang ekonomi. Ngawur sekali SBY itu! Untuk menteri perekonomian sangat strategis karena dia membawa sebagai Menteri Perekonomian Hatta tidak punya pengalaman sama sekali. “Dan buktinya selama pemerintahan dia (Rajasa, red) terseok-seok atau tidak bisa apa. Banyak Menteri lain begitu salah satu juga Menteri
Perhubungan EE Mangindaan tidak punya pengalaman. Maka tidak heran dalam perjalanan SBY berkali-kali melakukan resuhfle. Seperti Jero Wacik sudah bagus di
Parawisata dicabut dimasukan Menteri ESDM, walaupun dia memang insinyur pertambangan. Jadinya, Jokowi harus
hati-hati begitu banyak yang karuan ada tiga menteri SBY yang bermasalah karena moralitas. Jadi tidak bisa playboy dan tidak pernah tersandung masalah korupsi,” kata
Lesmana yang dikenal cukup vokal ini.

Begitu pun dikatakannya, ada lembaga-lembaga yang menyusun calon menteri, mereka itu kan ada kepentingan
saya ngak pernah percaya saya buang ke tong sampah. Masakan para relawan mengusulkan Mira Lesmana menjadi Menteri Ekonomi Kreatif ada lagi yang musisi.

Mentang-mentang bikin film berhasil, apakah dengan bikin film lantas dia bisa jadi Menteri Ekonomi Koperasi kreatif?
Itu kan bidangnya luas. Jadi harus punya kwalitas, tegas berani bertindak dan berani mengambill resiko, dia itu merakyat, mampu berkomunikasi cukup dikenal dan
masyakarat mengakui kompetensinya apalagi menteri itu pemimpin nasional, ujarnya.

Dirinya pun menyebut Jusuf Kalla yang berani ambil tindakan dan cepat ambil decision. Ada beberapa Andi Wijayanto, Hasto sudah pasti jadi menteri. Orang politisi kalau ngomong bohong besar jadi sepuluh hanya tiga yang benar yang tujuh bohong semua Sekarang sudah terbukti
kita sudah mendengar nama-nama yang beredar dari nama-nama PDIP, Nasdem dan PKB. Pada akhirnya mereka minta kursi yang jelas sekali di Nasdem ada Faisal Akbar, dari PDIP ada Ara Sirait, Cahyo Kumolo, Rieke Pitaloka pada akhirnya bagi kursi, saya tidak alergi yang penting kompenten.

“Proses penyusunan kabinet ini didominasi Megawati misalnya; Rini Suwandi orang kepercayaan Megawati, Hasto kepercayaan Megawati. Dari semua anggota tim transisi orang’orang mega. saya mendengar JK praktis tidak diajak atau tidak dilibatkan saat menggodok kabinet hanya melapor. Yang terakhir ada enam yang diperes-peres, andaikata Jokowi ambil Abraham Samad. Jika dipasangkan dengan Abraham keduanya putus akan kalah, namun Jokowi bisa menang karena peran Jusuf Kalla. Saya mengakui JK pemimpin yang hebat diakui pada pemerintahan diakui keberhasilannya dalam kabinet SBY jilid pertama. dan juga dia sangat pengalaman di internasional ekonomi politik tepat sekali saat terakhir dan Jokowi harus respect terhadap Jusuf Kalla jangan semua diserahkan di rumah transisi,” tandasnya.

Saat disentil terkait penyusunan kabinet, Lesmana menyebutkan ada 4 kekuatan dalam menyusun kabinet. Pertama, kekuatan Megawati, Kedua, kekuatan Jusuf Kalla, Ketiga, kekuatan Jokowi dia punya Andrinof Chaniago yang menjadi tim ahlinya saat maju sebagai Gubernur DKI
Jakarta, Keempat, kekuatan relawan. Menurut relawan, mereka juga ikut berjasa. Namun betapa sombongnya relawan tersebut. Mega juga begitu, lantaran Megawati yang mencalonkan Jokowi jadi presiden dia juga merasa berhak dan dominan, terangnya.

Ditambahkannya, Jokowi sendiri kekuatanya sedang, dan yang paling dianak-tirikan adalah Jusuf Kalla. Keduanya kadang terjadi perbedaan pendapat dimana Jokowi ingin perampingan kabinet dan Jusuf Kalla mengatakan agak susah.

Disamping itu jelasnya, susunan kabinet ini mungkin 60 profesional dan 40 persen partai. 50-50 persen. “Saya tidak terlalu optimis dan tidak terlalu pesimis,” kata dia.

“Untuk daerah bisa diambil satu dua orang daerah jangan hanya ada keterwakilan itu kesalahan fatal dari SBY seolah-olah saat menyusun kabinet harus ada wakil daerah Aceh, Papua, Padang, menurut saya itu salah fatal. Jangan melihat suku-suku contoh paling ekstrim Menteri Lingkungan Hidup yang berasal dari Papua, saat ditanya wartawan, dirinya menjawab bahwa tidak tahu harus berbuat apa, kendati dia Rektor Universitas Cendrawasih, kan dia tidak tahu tentang lingkungan, selama ini Menteri Papua tidak bunyi sama sekali,” ucapnya.

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: