January 18, 2015

BW Lapian dan Henk Ngantung Dipromosikan Sebagai Pahlawan Nasional


Tomohon - Kabar gembira bagi warga Sulawesi Utara dimana dua tokohnya siap diperjuangkan menjadi pahlawan nasional. Keduanya adalah BW Lapian dan Henk Ngantung.

Sebelumnya LN Palar yang lolos menjadi pahlawan nasional. Kini, Komunitas Pencinta Sejarah Kota Tomohon kembali menggelar seminar nasional dengan tajuk ; "BW Lapian dan Henk Ngantung Menuju Pahlawan Nasional" yang akan digelar  Selasa (20/1/2015), di Aula Rumah Dinas Walikota Tomohon.

Tujuan seminar ini menurut Judie Turambi, selain membahas secara objektif peranan kedua tokoh ini dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI juga sebagai syarat untuk memperoleh gelar pahlawan. “Bernard Wilhelm Lapian dikenal sebagai tokoh tiga zaman dalam perjalanan perjuangan bangsa. Pernah menjadi Acting Gubernur Sulawesi di Makassar, anggota Minahasaraad, Hukum Besar rangkap Walikota Manado, tokoh Peristiwa 14-2-1946 dan penerima bintang jasa seperti Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra Pratama yang lahir di Kawangkoan 30 Juli 1892 yang beristrikan Maria Adriana Pangkey asal Tomohon yang menikah pada 30 Mei 1928 dan tinggal di Tomohon,” kata dia.

Sedangkan menurutnya, Hendrik Hermanus Joel ‘Henk’ Ngantung lahir di Bogor, 1 Maret 1921 adalah Gubernur Jakarta (1964-1965) dikenal luas sebagai seniman pejuang yang meliput dan melukis berbagai peristiwa sejarah penting sejak zaman Kolonial Belanda sampai kemerdekaan diantaranya Renvile, Linggarjati. Karyanya yang terkenal yakni Sketsa Patung Selamat Datang Bundaran HI, Lambang Kostrad, Lambang DKI Jakarta dan penerima penghargaan dari Kostrad.

Sementara dalam seminar ini menampilkan narasumber seperti ; Prof Dr Susanto Zuhdi, guru besar Sejarah Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Drs Fendy Parengkuan MA, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Sulut, Dr Ivan Kaunang M.Hum, Sejarawan/Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unsrat, Drs Raymond Mawikere Mhum, sejarawan/Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unsrat.

Editor :Jerry Massie

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: