July 17, 2015

Gonjang-ganjing Dilegalkannya Pernikahan Sejenis di Amerika

Apa yang saat ini terjadi di Amerika saat dilegalkannya LGBT undang-undang same-sex marriage (pernikahan sesama jenis), yang disahkan oleh Mahkamah Agung (MA) di 50 negara bagian terus mengundang kontroversi dari berbagai pihak.

Untuk kelompok gereja terpecah, ada yang mendukung namun ada pula kelompok fanatik yang secara gamblang menolak misalkan: kelompok Baptist, Methodist, Pentacostal, Bethel, Assembly of God dan Lutheran sedangkan Presbiterian, Katholik dan Epicospal menyetujui pernikahan tersebut.

Sejumlah tokoh gereja pun mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama. Misalkan anak Pendeta ternama Amerika Billy Graham, Franklin Graham seperti dikutip foxnews, mengeluarkan pendapat yang lebih keras. "Saya percaya Tuhan bisa membawa hukuman atas Amerika," kata Franklin.

Menurut Presiden dan CEO dari Billy Graham Evangelistic Association and Samaritan's Purse ini dirinya sangat kecewa dengan keputusan MA. Ia juga memperkirakan orang kristen akan banyak menderita penganiayaan atas keputusan MA tersebut.

"Anda lebih baik siap dan Anda lebih baik siap karena itu akan datang," kata Graham.

Bagi Graham, keputusan MA itu adalah sebuah dosa dan pemerintah AS, menurut dia, telah memberikan pembenaran terhadap dosa. "Saya kecewa karena pemerintah membenarkan dosa," katanya. "Pengadilan ini mendukung dosa. Itulah homoseksualitas - Dosa terhadap Allah "

Graham menegaskan ia akan menolak bila diminta menikahkan pasangan sesama jenis.

Sekali lagi dirinya menegaskan tidak akan pernah mengakui itu hal tersebut karena Tuhan mengaungerahkan  pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita dan itulah pernikahan. "Dan saya tidak peduli apa kata pengadilan - karena pengadilan tidak pernah mendefinisikan pernikahan - dan tidak memiliki hak untuk mendefinisikan kembali itu. Tuhan menganugerahkan kita pernikahan. Titik. Dan Allah tidak berubah pikiran." tegasnya.

Sebaliknya dengan para pemimpin agama yang mereka menyambut gembira keputusan itu. Sebagai contoh: Rabi Jason Miller dari Farmington Hills. "Saya salut terhadap keputusan MA dan saya lega bahwa Michigan tidak akan lagi dapat menegakkan larangan pernikahan gay,
"Saya bangga menjadi advokat LGBT, dan saya merayakan momen bersejarah ini dengan teman-teman di komunitas gay," ujarnya.

Memang sejak disahkan pertama kali di negara bagian Massachussets pada tahun 2004, selanjutnya diikuti oleh : Iowa (April 2009), Connecticut (sejak November 2008), New Hampshire (sejak January 2010), Massachusetts (Mei 2004), District of Columbia, New York yang merupakan negara bagian keenam yang melegalkanya. Ada banyak rohaniawan yang kecewa dengan hal tersebut, hingga uskup Katolik New York mengatakan mereka sangat kecewa dan terganggu” ulah pemerintah New York dengan keputusan ini.”

Sampai awal 2015 ada 37 state yang melegalkan same-sex marriage. Padahal sebelum terpilih menjadi orang nomor satu AS, Obama belum berjanji tidak melegalkan UU pernikahan sesama jenis tersebut.

“Kami kwatir perkawinan dan keluarga akan dirusak oleh anggapan tragis pemerintah dalam membuat undang-undang ini. Dan mereka mereka telah meruntuhkan pilar peradaban ini, ini benar benar merusak.” Pada pemilu 2008 Obama mendapat banyak dukungan dari Evanglis, Katolik Latin dan Afrika Amerika.

Sementara dengan disahkannya pernikahan sejenis ini akan berdampak buruk bagi Amerika terutama para penganut kristiani. Padahal Tuhan pun menentang pernikahan ini. Barack tidak mempelajari konstitusi Amerika. Yang mana semua pemimpinnya orang yang takut Tuhan.

Sejumlah politisi partai Republik menetang kebijakan ini. Salah satunya adalah Mantan Gubernur Arizona Mike Huckabee yang akan naik sebagai calon presiden Amerika 2016 mendatang. Begitu pula Mitt Romney lawan Barrack Obama pad pilres lalu yang menegaskan menentang pernikahan kaum Gay.

Kemenangan Barack Obama dalam perhelatan presiden Paman Sam Amerika menjadikan ia presiden kulit hitam pertama di Amerika. Sebelumnya dalam pemilihan presiden dikuasai oleh kelompok white (kulit putih), christian (kristen), male (pria) dan Anglo saxon. Barrack merupakan salah satu dari 5 presiden termuda dalam sejarah Amerika diantaranya; Presiden AS ke-26 Theodore Roosevelt (1901-1909), Roosevelt menjadi presiden pada usia ke- 43. Jhon F Kennedy, Presiden AS ke-35  (1961-1963) pada tahun 1960 ia berhasil mengalahkan Richard M Nixon. Namun sungguh tragis, Lee Harvey Oswald menembak Kennedy pada tanggal 22 November 1963. Jhon F Kennedy menjadi presiden pada usia ke-43 tahun. Selain itu ada pula presiden yang menjadi presiden pada usia ke-47 tahun yakni Bill Clinton. Dan terakhir presiden AS ke-44 yaitu Barrack Obama.

Terkait undang-undang pernikahan Gay yang telah disahkan, maka ini merupakan boomerang bagi partainya. Lantaran selama ini ia didukung oleh kelompok khrismatik dan independen Amerika yang berhaluan keras. Amerika pula adalah salah satu negara yang begitu kental dengan unsur religius.

Seharusnya Barrack belajar konstitusi atau sejarah Amerika. Pasalnya, mulai dari presiden pertama George Washington sampai Presiden George Bush adalah tunduk dan taat pada hukum Allah dan alkitab.

Sejak disahkannya UU tersebut, sudah ada beberapa pendeta yang dipenjarakan. Seperti 2 pendeta di Idaho dan pendeta berusia 56 tahun, Ps. Paul Horner, yang telah dipenjarakan di Amerika Serikat atas tuduhan menolak untuk menikahkan pasangan gay meskipun legalisasi pernikahan gay telah disahkan di seluruh Amerika Serikat. Paul Horner dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun di penjara federal Amerika Serikat.

Untuk melindungi para pendeta untuk tidak menikahkan pernikahan sejenis, Gubernur Texas, Greg Abbot pun mengeluarkan Hak Amandemen Pertama (First Amendment rights) yang disebut “Pastor Protection Act” bagi para pendeta.

Menurut Abbot, kebebasan beragama adalah sesuatu yang paling berharga bagi kebebasan hak kita dan kebebasan untuk menyembah yang diproteksi oleh konstitusi. Para pemimpin di negara Texas harus sepenuhnya memahami hak yang dimiliki mereka untuk kebebasan beragama yang diluar jangkauan pemerintah.

Banyak yang berpendapat Amerika adalah Kota Sodom dan Gomora modern yang bangkit lagi. Yang mana Allah membakar kota ini lantaran kebejatan moral mereka. Kisah terkenal dalam Alkitab tentang Sodom dan Gomora menyingkapkan perasaan Allah tentang homoseksualitas. Allah menyatakan, ”Keluhan tentang Sodom dan Gomora, ya, keluhannya keras, dan dosa mereka, ya, dosanya sangat berat.” (Kejadian 18:20) Parahnya kebejatan moral mereka pada waktu itu nyata ketika dua tamu mengunjungi Lot, pria yang adil-benar itu. ”Pria-pria Sodom mengepung rumah tersebut, dari anak-anak sampai orang tua, semua orang dalam satu gerombolan. Dan mereka terus berseru kepada Lot dan mengatakan kepadanya, ’Di mana pria-pria yang datang kepadamu malam ini? Bawa mereka keluar kepada kami agar kami melakukan hubungan dengan mereka.’” (Kejadian 19:4, 5) Alkitab mengatakan, ”Orang-orang Sodom itu jahat dan berdosa besar terhadap Tuhan.” Kejadian 13:13.

Ini merupakan tanda awas bagi Amerika negeri yang diberkati. Dimana-mana pemimpinnya kerap menyebut "God Bless America" dan dalam mata uang mereka juga tertera kata "In God We Trust (Dalam Tuhan Kami percaya). Akankah Tuhan meninggalkan Amerika?

Berbagai sumber

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: