July 27, 2015

Ini Alasan Ronny Sompie Jabat Dirjen Imigrasi


JAKARTA-Belum genap lima bulan menjabat Kapolda Bali, Irjen Pol Drs Ronny Sompie, segera ditarik. Jenderal 2 bintang ini segera ditarik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) untuk menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Pelantikan putra Minut ini akan dilaksanakan Agustus 2015 mendatang.

Sompie pun mengaku telah melalui seleksi ketat sebelum terpilih. "Saat seleksi terakhir, saya menghadapi banyak senior Imigrasi. Saingannya juga berat," kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini saat dihubungi Tempo, Sabtu (25/7) pekan lalu.  Bahkan, setelah dilantik nanti, perwira polisi tersebut siap meninggalkan jabatannya. Menurut Singal, seleksi tersebut merupakan kesempatan berharga untuk mengabdi kepada negara. "Kan, awalnya ada penawaran untuk polisi. Nah, persyaratannya sesuai dengan saya," ucapnya.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti juga membenarkan kabar tersebut. Dengan demikian, Ronny akan melepas status polisinya serta pangkat jenderal bintang dua yang dipegangnya. "Bukan pensiun dini, tapi alih status jadi pegawai negeri," kata Badrodin di Mabes Polri. Pengalihan status Sompie tersebut, kata Badrodin, menunggu surat keputusan presiden. Ihwal pengganti Ronny di Polda Bali, Badrodin enggan mengungkapkan "Nanti saja," ujarnya.

Sompie sendiri berkomitmen akan memperbaiki pelayanan dan sistem di Direktorat Jenderal Imigrasi dalam dua tahun ke depan. Dia juga akan menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi untuk memperkuat sistem kerja Ditjen Imigrasi, seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), serta Detasemen Khusus 88 dan Direktorat Narkoba Polri.

Sompie juga mengaku sudah menyiapkan strategi untuk memperbaiki institusi tersebut. Fokus utamanya adalah menjaga agar jalur Imigrasi tak digunakan untuk tindakan yang melanggar hukum. "Apalagi sekarang ini terbuka kesempatan wisatawan mancanegara bebas. Dengan adanya itu, tidak menutup kemungkinan pelanggaran hukum yang merugikan negara," kata Sompie.

Negara asal wisatawan yang menurut dia perlu mendapat perhatian lebih adalah Cina. Saat ini banyak wisawatan asal Cina yang menggunakan visa kunjungan untuk bekerja. Sompie menilai penegakan hukum yang dilakukan oleh Imigrasi sudah baik, tetapi perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia. Imigrasi, kata dia, perlu sentuhan seorang yang memiliki pengalaman dalam penyidikan, seperti polisi.

Dia juga mengaku tak khawatir karena jenjang kebintangannya di Kepolisian terhenti. Ia berpendapat justru dengan menjadi pejabat kementerian, banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Sompie menilai direktur jenderal setara dengan bintang tiga di kepolisian. Padahal, di kepolisian saat ini dia baru jenderal bintang dua. Keuntungan lain adalah penambahan masa pensiun.

Di kepolisian, masa pensiun adalah 58 tahun, sedangkan pejabat kementerian baru akan pensiun di usia 60 tahun. "Belum lagi masalah gaji, renumerasi pegawai di Imigrasi lebih tinggi daripada Kepolisian," ujarnya.

Sumber : tempo.co.id

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: