September 08, 2015

Hutang BUMN Capai Rp448,57 Triliun


JAKARTA--Lima badan usaha milik negara (BUMN) memiliki utang jumbo hingga US$31,59 miliar setara dengan Rp448,57 triliun per 30 Juni 2015, dengan pengutang terbesar adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Berdasarkan catatan Minggu (6/9/2015), lima perusahaan pelat merah memiliki total utang US$31,59 miliar setara dengan Rp448,57 triliun per 30 Juni 2015. Total pinjaman itu turun tipis 3,29% dari akhir tahun lalu US$32,67 miliar.

Kelima perusahaan pelat merah pemilik utang terbesar a.l. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Bank Indonesia merilis posisi utang luar negeri BUMN selama lima tahun terakhir terus meningkat. Paruh pertama tahun ini, total utang luar negeri BUMN naik 12,99% year-on-year menjadi US$61,07 miliar dari US$54,05 miliar.

BUMN bukan bank menggenggam pinjaman tertinggi senilai US$28,39 miliar, tumbuh 12,66% dari periode yang sama pada tahun lalu US$25,2 miliar. Namun, pertumbuhan pinjaman tertinggi terjadi pada lembaga keuangan bukan bank sebesar 103,8% menjadi US$1,28 miliar dari sebelumnya US$334 juta.

BUMN listrik PLN menempati posisi pengutang terbesar mencapai US$15,09 miliar setara dengan Rp214,27 triliun. Utang PLN turun 2,96% dari tahun sebelumnya US$15,54 miliar.

Sumber: Bisnis.com

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: