November 22, 2015

Pesta Seks, Politisi PKB di Jatim Langsung Dipecat


FOKUSMANANADO.com - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jatim secara resmi memberhentikan dengan tidak hormat Indra Iskandar, 28, dari keanggotaan PKB setelah dia ditangkap polisi setelah pesta narkoba dan seks.

Keputusan pemecatan itu tertuang dalam surat keputusan (SK) nomor: 4932/DPW-03/IV/A.1/XI/2015, tertanggal 19 November 2015, disusul SK kedua dengan nomor: 4933/DPW-03/IV/A.1/XI/2015 berisi instruksi kepada DPC PKB Kota Pasuruan untuk memberhentikan dan sekaligus melakukan pergantian antar waktu (PAW) keanggotan Indra dari Fraksi PKB.

“Semua anggota PKB wajib menjaga kehormatan, martabat dan nama baik dirinya sebagai anggota partai sekaligus menjaga kehormatan, martabat dan citra partai di mata masyarakat. Namun apa yang dilakukan Indra Iskandar justru sebaliknya sehingga berdampak sangat buruk bagi dirinya dan citra partai,” ujar Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar didampingi Sekretaris DPW PKB Jatim Thoriqul Haq menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (20/11).

Keputusan memecat tersangka tanpa menunggu putusan pengadilan dilakukan karena menurut Abdul tindakan Indra sudah sangat merusak citra PKB dan Dewan.

“Masa baru beberapa pekan PKB menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membanteras peredaran narkoba, lha kok anggota kita justru yang menabraknya duluan," ketus Abdul.

"Apa yang dilakukan Indra Iskandar tidak bisa ditolerir, sehingga para kiai sesepuh PKB meminta agar DPW PKB Jatim langsung memecatnya. Rekomendasi dari DPP PKB secara lisan sudah menyetujui dan secara tertulis secepatnya menyusul,” kata Abdul yang juga kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Menurut dia, siapapun kader PKB yang terlibat kasus narkoba bakal disikat. Diakuinya, surat pemecatan dan instruksi PAW atas Indra merupakan inisiatif yang amat terpaksa diambil DPW PKB Jatim.

Kronologi Kasus

Sebagaimana diberitakan, Indra ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskoba Polrestabes Surabaya usai melakukan pesta narkoba dan seks dengan dua perempuan panggilan asal Jateng yang baru menjajakan diri di Pulau Dewata, Bali, Selasa (17/11) malam.

Dari kamar Apartemen Somerset Hotel, Jalan Kupang Raya, Surabaya yang disewa Indra Iskandar, petugas Kepolisian menyita barang bukti berupa pipet alat penghisap sabu dan sisa sabu seberat 1,78 gram.

Dari tangan kedua perempuan panggilan bernama Shinta alias SA (23) dan Citra alias CD (20) polisi mengamankan dua butir pil ekstasi yang disebutkan pemberian dari Indra yang baru mem-booking-nya.

Konsumsi narkoba itu menurut kesaksian Shinta dan Citra dilakukan Indra untuk meningkatkan stamina dan gairah seksnya. Kedua perempuan itu mengaku di-booking hanya untuk short time dengan bayaran masing-masing Rp 3 juta.

Perbuatan Indra dilakukan di kamar Hotel Q yang ada di wilayah Surabaya Barat tempat Shinta dan Citra menginap. Usai melampiaskan nafsu biologisnya, anggota dewan itu disebutkan Shinta balik ke kamar Apartemen Somerset Hotel. Dari hasil tes urine ketiganya, polisi menyatakan mereka positif mengkonsumsi narkoba.

Tanggapan DPRD Pasuruan

Sementara itu Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki yang dikonfirmasi terpisah membenarkan, seorang anggotanya tertangkap saat pesta sabu dengan dua orang perempuan panggilan.

“Perbuatannya itu sangat tidak terpuji dan mencoreng nama baik DPRD Kota Pasuruan khususnya dan PKB umumnya. Dia (Indra Iskandar) telah melanggar sumpah janji anggota dewan. Karenanya yang bersangkutan segera kami berhentikan secara tidak hormat,” ujar Ismail.

Dia menambahkan kepergian Indra ke Surabaya bukan karena ada kegiatan Dewan, namun karena murni urusan pribadi.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP R Bambang Tjahyo Bawono menjelaskan, bahwa menurut pengakuan Citra dan Shinta, keduanya semula memang baru terbang dari Bali ke Surabaya, Senin (16/11) setelah menerima booking dari Indra.

Tersangka Indra mengaku memperoleh narkoba dari seseorang yang dibelinya seharga Rp 1 juta per gram.

“Kita masih menelusuri pemasoknya,” ujar Bambang.

Sumber : Beritasatu

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: