March 26, 2016

Donald Trump "The Next President" AS

Catatan : Dr Jerry Massie Ph.D

PERHELATAN pemilihan presiden (pilpres) di negara adidaya Amerika Serikat (AS) kian panas. Kini hanya tersisa 3 kandidat dari Partai Republik yang sedang bertarung yakni : Donald Trump, Ted Cruz (Senator Texas) dan Jhon Kasich (Gubernur Ohio). Sedangkan partai demokrat sendiri tinggal menyisahkan dua pasang musuh bebuyutan yakni ; Hillary Clinton dan Bernie Sanders. Saat ini negara dengan populasi 322 juta penduduk ini lagi menanti real final capres pengganti Barrack Obama yang akan digelar November mendatang. Sejumlah kandidat baik dari partai republik yang didirikan di Wisconsin dan partai demokarat satu persatu rontok dalam persaingan primary (pemilihan pendahuluan) dan Kaukus di 12 state atau negara bagian. Kini, Donald Trump lagi mengejar target 1237 jumlah delegasi agar bisa lolos sebagai capres republik. Capres yang dipromotori Corey Lewandowski lulusan Massachussets of University ini telah mengumpulkan 513 delegasi. Dirinya pun mengukuhkan diri sebagai calon kuat, usai unggul di Phoenix, Arizona. Saingan utama Trump masing-masing ; Jeb Bush (Gubernur Florida), Carly Fiorina (Mantan CEO Hawlette Packard), Marco Rubio (Senator Florida), Rick Santorum, Chris Christie (Gubernur New Jersey), Rick Perry (Gubernur Texas), Scot Walker (Gubernur Wisconsin), Mike Huckabee (Gubernur Arizona), Ben Carson (Akedemisi) tak mampu bertahan. Dalam Grand Old Party (GOP) tinggal menyisahkan 3 kandidat. Namun diantara ketiganya, Donald Trump diprediksi sebagian kalangan sulit ditandingi oleh Cruz dan Kasich. Sejumlah kandidat yang suspended atau tak lolos pun memberi dukungan kepada masing-masing kandidat. Jeb Bush lewat pernyataan resminya mendukung Ted Cruz, Ben Carlson memilih Donald Trump serta Gubernur Alaska Sarah Palin. Sebelumnya Trump unggul di Primary New Hamphire, South Carolina, Nevada. Namun raja real estate dan pendiri Miss Universe ini justru tumbang ditangan Ted Cruz di negara bagian Utah tempat kediaman Mitt Romney calon presiden Partai Republik waktu lalu. Calon kuat Marco Rubio pun tak kuat melanjutkan pertarungan usai dirinya takluk di Florida tempat asalnya. Dalam sejarah partai republik barangkali tahun ini jumlah peserta yang terbilang cukup fantastis yakni 17 kandidat. Dan tinggal 3 yang tersisa. Kunci kemenangan Donald Trump jebolan Pennyslavania of University dan Fordham University, Bronx ini yakni plattform serta jargonnya "Make America Great Again" serta political issue (isu politik) yang diangkatnya yakni 3 I (Immigrant, Islam and ISIS). Bahkan kata-kata yang pernah terlontar dari mulut Trump yakni: rapists, fat pigs, dogs, slobs, dan disgusting animals malahan membuat dirinya makin populer. Saat pemilihan awal, pria berambut pirang itu berhasil menang di 18 negara bagian, di antaranya Illinois, North Carolina dan Florida. Trump pun kian optimis bisa mewakili Partai Republik dan menang sebagai kandidat presiden. Berbeda dengan jargon Obama pada waktu dia mencalonkan diri yakni:"Change we need" Lewat pernyataan kontroversial Trump dia mampu mempengaruhi para voters baik itu pemilih radikal white (kulit putih), Indian, pemula bahkan pemilih hispanic. Akan tetapi konsekwensinya pemilih pendatang tak akan memilihnya. Menurut penulis warga Amerika saat merindukan sosok yang tegas, keras dan berani. Pasalnya, mereka mulai antipati dan skeptis akan kepemimpinan Barrack Obama yang sebagian kalangan menilai dirinya gagal total menahkodai negeri Paman Sam ini. Dimana goverment policy (kebijakan pemerintahan) yang amburadul. Apalagi terjadi banyak penembakan terakhir di San Bernardino yang menewaskan 14 orang dalam peristiwa tersebut. Belum lagi di sebuah sekolah di Portland, Oregon serta rentetan penembakan di Amerika. Kerja sama nuklir dengan Iran, membuka hubungan dengan Kuba, mengirim refugee dari Suriah dan Irak masuk AS, dilegalkannya LGBT di 50 state, dilegalkannya marijuana di 4 state (Colorado, Washington Seattle, Alaska dan Oregen). Serta dirinya merubah sejumlah konstitusi. Faktor inilah membuat warga Amerika tak mempercayainya lagi. Dan ini akan menurunkan tingkat elektabilitas partai demokrat yang mengusung Hillary Clinton. Istri mantan presiden Bill Clinton yakni Hillary Clinton lagi berburu tiket untuk menjadi orang nomor satu AS. Dalam sejarah Amerika, presiden terbanyak yakni berasal dari negara bagian Virginia, Massachussets dan Ohio serta golongan Presbiterian, epicospal, baptist. Akankah Hillary membuat sejarah menjadi wanita pertama sebagai presiden dalam sejarah Amerika? Sebab dari 46 presiden yakni (male, christian, white, anglo saxon dan black) yang pernah ada. Begitu pula dengan Ted Cruz lagi membidik sebagai keturunan Hispanic pertama duduk di gedung putih. Namun mereka akan sulit melewati Trump yang didukung hampir sebagian kulit putih, kristen dan juga pemilih pemula. Berbeda dengan Hillary mencari dukungan keturunan Afro dan gender serta muslim. Untuk pemilih immigrant atau pemilih pendatang tidak akan berpengaruh.

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: