May 03, 2016

Reses I DPRD Sulut Penuh Tantangan Demi Kesejahteraan

Masyarakat Berharap Aspirasi mereka Bisa Terealisasi

DPRD Sulut - Kegiatan masa reses I  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (SULUT) tahun 2016, dimanfaatkan sebaiknya-baiknya oleh para legislator Sulut untuk menjaring  Aspirasi Masyarakat (ASMARA) maupun mensosialisasikan program pelaksanaan kegiatan pembangunan dan aktivitas di DPRD Sulut.

Kegiatan yang merupakan kewajiban dari para anggota dewan secara konstitusional tersebut selain bertujuan untuk menjaring aspirasi dari para konstituen, juga bertujuan untuk melihat, mendengar dari masyarakat sejauh mana kinerja dari pemerintah provinsi Sulut. Hal inilah yang dilakukan oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, dan anggota DPRD Sulut lainnya seperti Kristovorus Deky Palinggi, Jems Tuuk, Yongki Limen dan Lucia Taroreh.


 Agenda Reses I Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dilaksanakan di pulau Bunaken dan Siladen. Angouw sapaan akrabnya menyambangi para konstituenya di kedua pulau tersebut. Warga pulau Siladen dan pulau Bunaken pun seakan-akan tak  mau menyia-nyiakan pertemuan tersebut dengan menyampaikan keluh kesah mereka terhadap infrastruktur dan berbagai masalah kesejahteraan yang ada di kedua pulau tersebut.

Angouw pun berjanji akan memperjuangkan aspirasi yang menjadi kewenangan Provinsi. “Saya di sini adalah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Dan tentunya, ini akan menjadi perjuangan saya di DPRD nanti,” ujar Angouw.


Hal yang sama juga dilakukan oleh anggota DPRD Sulut yaitu Julius Jems Tuuk. Tuuk yang dikenal anggota dewan yang paling getol menyuarakan hak-hak dari masyarakat pun, melakukan reses I di tiga tempat, yaitu di desa Kanaan Dumoga, Desa Poopo dan desa Sinsingon bersatu, kecamatan Passi Timur,kabupaten Bolaang Mongondow. Menarik dalam agenda resesnya, Tuuk mendengarkan keluh kesah para warga masyarakat desa Kanaan yang sejak tahun 1989 warga transmigran di desa tersebut belum miliki sertifikat tanah.

"Memang dari awal kita tinggal di desa Kanaan ini, dari saya masih kecil sampai dengan sekarang, sertifikat tersebut tak kunjung ada," ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Kanaan Deiske Walangitan.


Mendengarkan hal tersebut, Tuuk yang merupakan anggota DPRD Sulut Dapil Bolmong berupaya akan memperjuakan aspirasi masyarakatnya. karena menurutnya itu sudah menjadi kewajibannya sebagai anggota DPRD.

Sementara untuk anggota DPRD lainnya seperti Yongki Limen pun tak mau ketinggalan untuk menyerap aspirasi dari para warga masyarakat yang juga sebagai konstituennya. Politisi asal partai yang berlambang pohon beringin ini pun melakukan reses perdananya di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Tikala.

Dalam sesi tanya jawab dengan warga masyarakat terungkap bahwa persoalan pendistribusin beras miskin (Raskin) tidak tepat sasaran.  Warga Ranomuut meminta agar penyaluran bantuan raskin dapat disalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

Menjawab hal tersebut, Limen pun berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi tentang pendistribusian beras raskin. “Karena data untuk nama-nama bantuan diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS),” pungkasnya.

Disisi lain persoalan reklamasi yang terjadi di Pantai Rap-rap serta masalah galian C yang dilakukan PT. HK di desa Tateli Kabupaten Minahasa mencuat saat anggota DPRD Sulut dapil Minahasa-Tomohon Lucia Taroreh, ST menggelar reses di desa Tateli Weru kecamatan Mandolang.

Reses anggota DPRD Sulut dapil Minahasa-Tomohon Lucia Taroreh, ST

Jeritan hati kaum nelayan akibat menurunnya pendapatan mereka yang disebabkan penimbunan pantai di pantai Rap-rap tersebut menjadi perhatian serius Taroreh. Demikian pun dengan akibat dampak galian C di desa Tateli, menyebabkan debit air untuk dikonsumsi masyarakat menurun drastic.

“Kalau dulu kami tidak pernah kekurangan air, namun sejak adanya kegiatan galian C, kami sangat kesulitan mendapatkan air, bahkan saat ini kami harus menunggu 4 hari untuk mendapatkn air bersih. “ jerit  warga.

Menanggapi persoalan tersebut Taroreh berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut di lembaga legislative bahkan dirinya mendorong masyarakat untu bersama-sama mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi secara langsung agar persoalan tersebut dapat dicarikan solusi yang baik.

Seperti juga yang dilakukan Wakil Rakyat dapil Minsel-Mitra yakni Kristovorus Deky Palinggi atau sering disapa KDP. Untuk reses I di Tahun 2016 ini, KDP memilih untuk menyerap aspirasi konstituennya di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Adapun lokasi yang dipilih yakni Ranoketang, Silian dan Tombatu.

Tiga lokasi yang dikunjungi politisi Partai Golkar ini, begitu banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Diantaranya adalah masalah infrastruktur jalan mulai dari kilometer 3 Amurang ke Tombatu yang belum-belum juga diperbaiki Pemerintah Propinsi (Pemprop).

Belum lagi dengan penerangan jalan yang minim, padahal di ruas jalan tersebut rawan kecelakaan lalu lintas. Warga Mitra berharap soal bantuan-bantuan Pemprop, mulai dari beasiswa bagi pelajar-pelajar berprestasi namun berasal dari keluarga tak mampu, bantuan pertanian dalam hal ini pupuk dan obat-obatan pertanian, hand tractor, irigasi sawah dan rehabilitasi sungai, penambahan tenaga kesehatan dan ambulans untuk Puskesmas rawat inap, hingga truk pengangkut sampah dan sarana pra sarana air bersih.

“Banyak aspirasi masyarakat di dapil saya Mitra yang mereka titipkan kepada saya. Tentu ini menjadi perjuangan saya sebagai wakil rakyat di DPRD Sulut,” ujar KDP, Selasa (3/5/2016).

Untuk aspirasi dapil Minsel yang masuk padanya pun, KDP siap memperjuangkan.

“Karena memang sebelum-sebelumnya saya selalu reses di Minsel, maka untuk reses I di tahun 2016 ini saya menjaring aspirasi di Mitra. Dan yang pasti, aspirasi dari dapil saya, Minsel-Mitra akan menjadi perjuangan saya untuk diakomodir pemerintah, melalui APBD nanti,” sebut Wakil ketua Komisi I bidang Pemerintahan dan Hukum tersebut.

Saat reses, KDP didampingi langsung oleh Camat Tombatu dan para Hukum Tua di Silian Raya, serta Ranoketang.

“Dan saya mengapresiasi, pemerintah setempat, lewat Camat dan para Hukum Tua yang ikut mendampingi saat reses,” tutup KDP.(adv)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: