April 13, 2018

Teddy Kumaat : Intervensi Pemerintah, Makmurkan Petani Sulut

Teddy Kumaat.


MANADO - Sektor Pertanian jadi salah satu selain Pariwisata adalah program pokok Gubernur Olly Fondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut, Teddy Kumaat mengatakan perlu diejawantahkan oleh segenap pimpinan perangkat daerah.

"Masyarakat Sulut dengan jumlah petani yang terbesar, harus makmur karena itu adalah program dan tujuan utama dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw," kata Kumaat,Jumat (13/4/2018).

Disampaikan Kumaat, sesuai dengab data dari BPS Sulut, dari 1,5 Juta hektar lahan Provinsi Sulut, 72 persennya adalah lahan pertanian dan Sektor pertanian menyerap sekitar 35% dari total tenaga kerja.

"Fakta-fakta tersebut menguatkan pertanian sebagai sektor vital bagi pembangunan Sulawesi. Maka tidaklah mengherankan jika perhatian khusus bagi petani wajib diberikan oleh pemerintah daerah," kata anggota DPRD Sulut dari Dapil Manado ini.

Namun sayangnya, sampai saat ini kesejahteraan petani masih dibawah satndart hidup. Nilai Tukar Petani (NTP) Sulut hanya menjadi 94,81.

"Kebutuhan hidup petani masih belum berimbang dengan pendapatan, karena itu 0erlu beberapa langkah strategis yang harus dilakukan instansi teknis," jelasnya.

Menurut Teddy Kumaat, tiga langkah jitu yamg harus dilakukan saat ini adalah, yang pertama dengan mempresure Politik anggaran dan ekonomi dengan porsi anggaran lebih besar ke pengembangan sektor pertanian.

"Tanpa menyepelekan sektor lainnya,tapi dengan melihat angka petani yang besar, maka sektor ini harusnya diberikan perhatian lebih," tegasnya.

Yang kedua perlua dilakukan menurut Kumaat, peningkatan perhatian dan kwalitas infrastruktur jalan perkebunan serta memberikan bantuan.

"Infrastruktur jalan ini dampak bagi petani akan sangat besar bagi petani. Untuk pemberian batuan jangan dalam bentuk tunai, harusnya dalam bentuk pemberian bantuan mesin-mesin pertanian," katanya.

Dan yang paling penting dari semua ini, tahap ketiga yaitu jaminan pasar bagi petani.

"Harusnya petani yang menghidupi pedagang, bukan sebaliknya. Ini petani-petani lebih kelihatan jadi "jongos". Ini perlu dilakukan langkah strategis pemerintah dengan melakukan intervensi dan proteksi pasar," tegas Kumaat.

Menurut Kumaat, Intervensi pasar perlu dilakukan dengan instrumen-instrumen peraturan yang ada, sehingga harga pasar tidak akan dipermainkan pedagang.

"Petani yang bersusah payah, kena hujan dan panas, namun yang menikmati ini adalah pedagang. Intervensi pemerintah perlu dilakukan. Petani Sulut harus makmur,"tandasnya.(redaksi)


BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: