January 16, 2013

S H Sarundajang Ceritakan Kisahnya Hingga Berhasil

S H Sarundajang Gubernur Sulut 
MANADO - Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) di saat merayakan Ulang Tahunnya  ke-68 di kediaman Bumi Beringin Manado, Rabu (16/01/13) kemarin, seakan terkenang dengan masa indah sewaktu menjadi Walikota Bitung. Tahun 1977  SHS waktu itu masih ber-usia 31 Tahun telah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Minahasa.

"Saya teringat tahun 1986 di panggil menghadap Gubernur Sulut CJ. Rantung untuk disiapkan menjadi Walikota Administratif (Kotib) Bitung. Tak lama kemudian atas usul Gubernur Rantung, Mendagri Rudini melantik SHS sebagai Wali Kota Administrasi Bitung, menggantikan pejabat lama KL. Senduk, dengan tugas segera melahirkan bitung jadi kota otonom (Kota Madya Bitung),"ujarnya Gubernur.

Dalam kesaksiannya Sarundajang seakan tidak percaya sebab hanya dengan APBD Rp. 3 Ratus Juta, mana mungkin bisa berkompetisi dengan 33 kotib lainnya di Indonesia terutama yang ada di pulau jawa masih lebih baik di banding dengan bitung waktu itu.

"Saya waktu itu berada dalam posisi yang sulit, maju kena mundur pun kena, tapi apa boleh buat karena ini sebuah kepercayaan dari pimpinan tentunya harus saya laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,"tuturnya.

Lanjutnya, dengan memanfaatkan kunjungan Presiden Soeharto ke Bitung, saat singah sebentar di rudis Wali Kota, SHS meloby Pak Harto memintakan agar Bitung di robah statusnya menjadi Kota Madya. Loby SHS tersebut berbuah manis hanya menjelang empat tahun memimpin Kotib Bitung tepatnya Tanggal 10 Oktober 1990.

"Apa yang menjadi harapan Gubernur Rantung dan seluruh elemen warga kota pelabuhan, Bitung ditetapkan oleh Presiden Soeharto menjadi kota definitif", kata Sarundajang yang dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Ilmu Politik Inodonesia (AIPI) Pusat.

Sementara dalam perjalan karier, sejak menjadi Karo Pemerintahan termuda dibawah Gubernur HV. Worang, kemudian  menjabat Sekda Minahasa yang pada waktu itu Bupatinya juga dari militer, namun leadership sangat tinggi, dan itu banyak saya belajar dari mereka. Termasuk dari Pak Rantung belajar seni berpemerintahan, itulah kenangan yang tak perlah dilupakan selama hidup. Usai menjabat Walikota Bitung SHS melanjutkan kariernya birokratnya di pusat, hingga pernah dipercayakan sebagai Staf khusus Mendagri bidang strategis, Irjen Depdagri, GubernurMaluku dan Maluku Utara, ujar Gubernur dua periode hasil pilihan rakayat sulut.

Terkait dengan kehidupan berumah tangga SHS tak lupa memuji isteri tercinta Ny. Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Ibu dari Ivan, Vanda, Eva, Febian dan Shinta ini merupakan kunci kesuksesan rumah tangga dari Keluarga Sarundajang Laoh Tambuwun.

Sarundajang juga berpesan, bahwa hidup kita hanya satu kali, karena itu selama Tuhan masih memberikan hidup kepada kita, nikmatilah hidup ini dengan sebagi-baiknya dan berbuat baiklah kepada semua orang.        Mantan Gubernur Sulut CJ. Rantung, juga mengakui SHS dimatanya sebagai sosok pemimpin yang cerdas dan pekerja keras, buktinya selama kepemimpinan Sulut mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sebagai mantan anak buahnya Rantung merasa bangga kepada SHS.

Peringatan HUT ke 68 SHS diperingati dalam suatu ibadah pemimpin liturgi Ketua Pucuk Pimpinan KGPM Pdt. Teddy Batasina, STh, Khotbah Ketua Sinode GMIM Pdt Piet Tamie, MTh, Doa masing-masing dari unsur Islam, Hi. Drs Ismail Tunai, Hindu DR. I Dewa Ketut Anom MSi, Budha Drs. Ridwan Sofyan serta Katolik Pastor Chris. Santi. Turut hadir Wagub Dr. Djouhari Kansil bersama Ibu, Konjen Philipina, Unsur Forkompimda, Bupati/Walikota, BKSAUA/FKUB dan para pejabat pemprov.(Alex)

BAGIKAN KE:

PENULIS :