March 25, 2013

AIPI Cabang Manado Usulkan Sang Saka Merah Putih Menjadi Pilar Kelima

Pengurus AIPI Manado saat melakukan Rapat  
MANADO - Pengurus Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado, Senin (25/3) Kemarin, gelar rapat pengurus inti.

Menariknya, dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua AIPI Manado Philep Morse Regar MS ini ikut dibicarakan tentang usulan Ketua Umum PP AIPI Dr. S. H. Sarundajang untuk menjadikan Sang Saka Merah Putih sebagai pilar kelima dalam pilar kebangsaan negara RI.
‘’Usulan ini sudah lama digagas Ketum. Jadi selain Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, Bendera Merah Putih juga harusnya dijadikan salah satu pilar kebangsaan,’’ ujar Regar yang langsung mendapat support dari Sekretaris Dr. Ferry Liando, Wakil Ketua I Roy Tumiwa M.Pd, Wakil Sekretaris I Jemmy Ringkuangan M.Si, Bendahara Vanda B. Jocom M.Si, dan Ketua Komisi Advokasi dan Pengabdian Masyarakat Cresh Talumepa M.Si.

Sementara itu, menurut Tumiwa, bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Dimana merah berarti berani dan putih berarti suci.

‘’Merah melambangkan raga manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan jiwa dan raga manusia untuk membangun Indonesia,’’ terang kandidat doctor Unpad Bandung itu.

Ia juga mengatakan, ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa (gula aren) dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih).

‘’Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian,’’terangnya.

Lanjutnya, orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.

‘’Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928,‘’jelasnya sembari mengutarahkan, di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Bendera ini resmi dijadikan sebagai bendera nasional Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan resmi digunakan sejak saat itu pula.

‘’Dikibarkannya bendera merah putih menegaskan bahwa Indonesia sudah merdeka, terlepas dari belenggu penjajahan. Dengan dirunutnya sejarah ini maka sangatlah beralasan jika SHS selaku Ketum AIPI mengusulkan kalau Bendera Merah Putih harus diajdikan salah satu pilar kebangsaan,’’ tegas Tumiwa.

Iapun mengusulankan, penambahan pilar kebangsaan ini akan secara spesifik dibahas bersama para pengurus AIPI Manado. Bahkan dalam waktu dekat ini, direncanakan akan ada dialog publik terkait pengusulan 5 pilar kebangsaan ini ditinjau dari berbagai aspek yang ada.

Reporter: Alex Terwin
Editor  : Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: