March 09, 2013

Djouhari Kansil: Pelayan Harus Rela Berkorban

Dr. Djouhari Kansil MPd saat memimpin Ibadah
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd menegaskan, menjadi seorang pelayan Tuhan yang melaksanakan tugas-tugas pengembalaan, tidak hanya mampu bicara, tapi juga  harus mampu menjadi teladan ditengah-tengah jemaat dengan menampakan sikap rela berkorban demi kemajuan pelayanan.

Penegasan itu di sampaikan Kansil saat membuka pelatihan kepemimpinan bagi pelayan Kategorial Bapa dan Ibu se- wilayah Manado Utara Satu hingga Empat dan Wilayah Mawakom yang dipusatkan di Jemaat "Solagratia" Wilayah Manado Utara Empat, Sabtu (9/3) Kemarin.

Kegiatan yang PKB/WKI Sinode GMIM itu, diikuti raturan Pelayan Tuhan, Kansil mengatakan, sedikitnya ada tiga masalah yang kita lihat dalam tugas kepelayanan dan kepemimpinan dari seorang pelayan. Tiga hal itu pertama motivasi, dalam melayani bukan karena keterpanggilan atau mengejar kehormatan dari jemaat, akan tetapi dipilih oleh Tuhan untuk melayani, itu yang namanya motivasi. Kedua wawasan, sering dijumpai masih banyak pelayan kurang memiliki wawasan luas dalam melayani, karena merasa diri sudah lama menjadi pelayan khusus (pelsus), menganggap diri sudah tahu sehingga tidak mau menghadiri pelatihan kepemimpinan seperti ini. Ketiga dangkalnyavisi pelayanan, artinya tidak tahu mau dibawah kemana pelayanan tersebut, ujar Ketua PKB Pniel Tuna Wil Mawakom.

Sedangkan  pemecahan dari masalah tersebut diatas, Ketua PKB Wilayah Mawakom ini menyebutkan, tiga hal pula pertama, seorang pelayan harus  memiliki sikap rela berkorban sehingga jemaat akan lebih setia, karena melihat pemimpinnya itu suka berkorban demi kemajuan pelayanan itu sendiri. kedua kapasitas, yang berbicara tentang uji kemampuan. Pelayan harus mampu menciptakan pelayayan yang berkualitas sehingga jemaat semakin hari akan semakin bertambah alias tidak akan lari kemana-mana. Ketiga karakter,  seorang pemimpin jemaat yaitu harus melayani dan pedulih dengan pelayanan, bukan sebaliknya minta untuk dilayani. Jika ada pelayan yang memiliki karakter demikian, stop jo jadi pelayan, karena telah bertentanga dengan ajaran Yesus Kristus, pungkasnya. Hadir Sekum Sinode GMIm Pdt Arthur Rumengan MTh, Ketua WKI Pnt. dr.  Nini  Damongilala Siwu, Sekretaris PKB Sinode GMIM Pnt. Ir Stevanus Liow.

Demikian dilaporkan: Tim Redaksi

BAGIKAN KE:

0 komentar: