April 14, 2013

Kualifikasi MotoGP Lebih Dramatis Dengan Format Baru

Pebalap Yamaha, Valentino Rossi (kanan)  

BALAP - MotoGP musim 2013 memperkenalkan format baru untuk kualifikasi, di mana ada Q1 dan Q2. Menurut para pebalap kelas premier, format baru ini merupakan elemen taktis baru yang meningkatkan potensi halangan.

Jika ingin langsung menembus Q2, yang merupakan sesi untuk menentuk pole position, para pebalap harus berada di posisi 10 besar selama tiga latihan bebas. Jika tidak, maka mereka harus lebih dulu melewati sesi Q1, yang hanya meloloskan dua pebalap teratas untuk masuk Q2, dan bergabung dengan 10 pebalap lainnya (10 besar dalam tiga latihan bebas).

Setelah meraih pole pertama musim ini di Sirkuit Losail, Qatar, pebalap Yamaha Jorge Lorenzo mengatakan bahwa sistem baru tersebut membuat kualifikasi lebih sulit bagi para kandidat.

"Ini berbeda dibandingkan tahun lalu. Ada banyak risiko - saya pikir ini bagus," ujar Lorenzo seperti dikutip dari Autosport, Jumat (12/4) lalu.

"Anda memiliki waktu 30 menit untuk bekerja pada motor dan kecepatan lomba, kemudian anda hanya memiliki empat lap untuk tampil terbaik semampu kamu demi mendapatkan posisi grid."

Rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, yang harus puas menempati posisi ketujuh kualifikasi akibat terjebak traffic, mengatakan bahwa waktu yang tepat adalah kunci untuk meraih hasil terbaik dalam format baru tersebut.

"Anda perlu memahami keadaan dan mempelajari strategimu sehingga bisa berada di momen yang tepat," ujar juara dunia tujuh kali MotoGP ini.

"Beberapa pebalap memulainya terlebih dahulu (lebih awal berada di trek) dan beberapa lagi sedikit menunggu. Ketika anda memiliki waktu lebih banyak di trek yang lebih pendek, maka akan lebih mudah.

"Ketika saya menuju pit untuk menggunakan ban baru, saya 15 detik di belakang Lorenzo dan 15 detik kemudian saya keluar dan berada di grup para pebalap. Dan itulah pembeda di Losail."

Pebalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow, menambahkan bahwa perubahan tersebut membuat kualifikasi lebih dramatis.

"Saya tak keberatan dengan itu," ujar pebalap asal Inggris ini. "Ini bagus untuk para penonton dan para penggemar serta para pebalap.

"Saya tak peduli jika ada 40 pebalap di trek, karena akan selalu ada pebalap di sana. Jika anda membuat kesalahan dan menabrak mereka, mereka akan bertanya mengapa."tandasnya.

Sumber :autosport
Editor : Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: