April 14, 2013

Penjahat Perancis Kabur Setelah Ledakkan Pintu Penjara

Polisi khusus Perancis, berdiri menjaga pintu penjara yang jebol diledakkan seorang narapidana yang berhasil kabur.  

PARIS - Salah seorang penjahat paling berbahaya di Perancis, yang dikenal gemar merampok mobil pengangkut uang, melarikan diri dari penjara setelah menyandera petugas dan meledakkan pintu penjara, Sabtu (13/4) Kemarin.

Redoine Faid, yang terancam hukuman berat terkait pembunuhan seorang polisi wanita pada 2010, menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan lima pintu penjara di kota Sequedin.

Helikopter polisi kini berusaha mengejar pria berusia 40 tahun itu yang berhasil kabur ke kota Lille sebelum melanjutkan pelariannya dengan menggunakan mobil kedua.

Jaksa Agung Frederic Fevre mengatakan Faid adalah seorang penjahat berbahaya karena membawa senjata api dan bahan peledak saat ini.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Perancis, Christiane Taubira mengatakan interpol sudah dimintai bantuan untuk melacak jejak Faid dan surat perintah penangkapan untuk Faid di seluruh Eropa sudah diterbitkan.

"Perburuan akan difokuskan di Belgia karena dekat dengan Perancis dan akan diperluas ke semua kawasan Schengen dan kawasan lainnya," kata Taubira kepada wartawan.

Faid diketahui menyandera empat petugas penjara saat melarikan diri. Satu sandera dilepaskan di luar penjara, sandera lain dilepaskan beberapa meter setelah sandera pertama dan dua sandera terakhir ditinggalkan di dekat jalan raya.

Asosiasi sipir Perancis mengatakan aksi kabur Faid itu sama dengan sebuah pernyataan perang dan membantah bahwa keamanan di LP Sequedin sangat lemah untuk menahan narapidana berbahaya seperti Faid.

"Pelarian seperti ini sudah direncanakan dalam waktu lama," kata Asosiasi Sipir Perancis (CGT).

Selain dikenal akan aksi kriminalnya, Faid juga dikenal pernah menulis dua buah buku setelah mendekam selama 10 tahun di penjara. Dalam bukunya, dia memaparkan kenakalan masa mudanya dan jalannya menjadi pelaku kriminal di pinggiran Paris yang kumuh.

Faid mengatakan karier kriminalnya sangat dipengaruhi film-film gangster Amerika seperti "Scarface" atau "Heat" yang dibintangan Al Pacino dan Robert De Niro.

"Film bagi saya sama seperti petunjuk cara melakukan perampokan bersenjata," kata Faid saat otobiografinya dirilis pada 2010.

Setelah perampokan perdananya, Faid kabur ke Israel. Di sana dia mengenakan topi khas Yahudi dan belajar bahasa Ibrani agar bisa membaur dengan warga setempat.

Pada 2010, Faid dicurigai mendalangi sebuah perampokan bersenjata yang menewaskan seorang polisi wanita dalam baku tembak. Akibat kematian polisi wanita itu, Faid terancam hukuman tambahan selama 30 tahun.

Sumber: AFP
Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE: