May 23, 2013

Diduga Serangan Teroris, Pria Dipenggal di Keramaian London

Ilustrasi. 
LONDON - Seorang pria tewas akibat tebasan parang di area Woolwich, London, Inggris, Rabu (22/5/2013) waktu setempat. Berdasarkan keterangan dari Kantor Perdana Menteri Inggris, pembunuhan pria ini diduga merupakan serangan teroris.

Menurut juru bicara dari Nick Raynsford, anggota parlemen Inggris, pria yang menjadi korban pembunuhan ini diyakini seorang tentara yang sedang berada di barak tak jauh dari situ. Namun, identitas korban belum diketahui.

Beberapa saksi menyatakan telah melihat korban dipenggal. Saksi lain mengatakan bahwa mereka melihat seorang pria mengenakan kaus bertuliskan "Help for Heroes" diserang menggunakan pisau yang menyerupai parang dan dibuang.

Akibat kejadian ini, Perdana Menteri David Cameron mengadakan pertemuan dengan komite krisis Cobra dan menjelaskan bahwa insiden ini sebagai kejadian yang sangat mengguncang. Pertemuan Cobra ini menghasilkan keputusan untuk mengoordinasikan tindakan dari berbagai badan pemerintahan, termasuk layanan keamanan, polisi, dan pemerintah setempat.

Laporan BBC menyebutkan, beberapa narasumber mengatakan dua pria yang dicurigai sebagai pelaku sempat berteriak saat menyerang korban. Para saksi itu bahkan sempat merekam.

"Kami melihat dengan jelas ada dua pisau seperti pemotong daging, seperti dua pisau dapur yang biasa digunakan tukang daging. Mereka menyerang pria malang itu, dan kami kira mereka mencoba melepas organ tubuhnya," kata salah satu saksi bernama James pada LBC Radio.

"Dua pria itu sinting. Mereka seperti binatang. Mereka menyeret pria itu dari trotoar dan membuang tubuhnya di tengah jalan. Polisi baru datang 20 menit kemudian," lanjut James.

"Saat itu hanya ada beberapa orang, lalu arus lalu lintas mulai meningkat karena orang-orang mulai keluar dari mobil dan meneriaki mereka. Namun, mereka tak peduli dan hanya berdiri, aku rasa mereka bangga atas perbuatan mereka."

"Saat mereka membuang mayat pria itu, mereka bisa saja menyakiti orang lain karena saat itu ada dua perempuan yang menutupi mayat pria itu. Pria yang membawa senjata tubuhnya tinggi dan memakai topi, dia menghampiri sebuah bus dan meminta difoto," tutur James.

Gambar siaran langsung televisi menunjukkan lokasi kejadian dengan jejak darah menodai trotoar, sementara jalanan ditutup dan petugas memasang marka jalan.

Sumber: Telegraph, Fox News
Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE: