May 16, 2013

Hanya Seminggu, Harga Emas Longsor 4,5 Persen

http://www.fokusmanado.com
Ilustrasi. 

JAKARTA - Data ekonomi global kuartal pertama 2013 yang bermunculan, pekan ini, menekan harga komoditas, termasuk emas. Harga logam mulia ini turun dalam lima hari berturut-turut.

Harga emas untuk pengiriman Juni 2013 di Commodity Exchange (Comex) sampai dengan Rabu (15/5/2013) pukul 18.20 WIB, mencapai 1.407,10 dollar AS per troy ounce. Harga emas anjlok 4,52 persen dalam lima hari terakhir.

Mencermati penurunan harga emas tersebut, Ibrahim, analis Harvest International Futures mengatakan, bagi para investor yang mau melakukan pembelian emas fisik untuk bersiap-siap melakukan aksi beli. Pasalnya kemungkinan besar harga emas masih akan turun lagi dan menyentuh level terendah di bulan Mei di kisaran 1.353 dollar AS per troy ounce. "Minggu depan akan bagus untuk para investor membeli emas," kata Ibrahim.

Ibrahim mengingatkan para investor untuk tidak terburu nafsu membeli emas secara besar-besaran. Pasalnya, harga emas pada tahun ini masih berpotensi untuk turun ke level lebih rendah lagi. Ia memprediksi, harga emas bahkan bisa lebih rendah dari penurunan tajam pada pertengahan April lalu.

Ibrahim meramal, harga emas akan turun lagi pada kuartal III tahun ini. Perkiraan ini didasarkan pada membaiknya prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memicu bank sentral AS, Federal Reserve, untuk mempercepat penghentian program stimulus moneter. Penghentian program akan menyeret harga emas tembus di level 1.200 dollar AS per troy ounce.

Analis Philip Futures Indonesia Juni Sutikno berpendapat lain. Menurutnya, penurunan tajam harga emas tidak akan terulang lagi di tahun ini. Dus, investor yang mau berinvestasi emas dalam jangka waktu lama, jangan kehilangan momentum untuk membeli emas saat harga sedang turun, seperti sekarang ini.

Menurut perhitungannya, harga emas dunia akan naik kembali ke kisaran 1.400 dollar AS-1.500 dollar AS seiring meningkatnya permintaan emas fisik dunia. Juni memperkirakan, harga emas di dalam negeri juga akan kembali naik di kisaran Rp 550.000- Rp 600.000 per gram sampai dengan akhir tahun nanti.

Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE:

0 komentar: