May 14, 2013

Inilah ABG Curi Buah Cokelat demi 6 Adik yang Kelaparan

Ilustrasi. 

PEMATANG SIANTAR - Seorang anak baru gede (ABG) di Pematang Siantar, BS (17), mencuri buah cokelat milik warga untuk memberi makan enam adiknya. Aksi pencurian cokelat itu diketahui pemiliknya. Akibatnya, BS digelandang ke kantor Polsek Siantar Utara, Pematang Siantar, Sumatera Utara.

"Aku mencuri cokelat buat beli nasi. Enam adikku belum makan. Mamak lama pulang, makanya mau kujual cokelat itu untuk beli nasi bungkus dan roti," kata BS kepada petugas Polsek Siantar Utara, Senin (13/5/2013).

BS tertangkap basah membawa buah cokelat yang sedang dijemur. Remaja putus sekolah asal Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Naga Pita, Siantar Utara, Pematang Siantar, ini mengaku baru satu kali mencuri. Kejahatan itu pun terpaksa dilakukan karena dua dari enam adiknya yang masih berumur dua dan tiga tahun terus merengek kelaparan.

Dia mengaku awalnya berniat meminjam uang kepada salah satu keluarga di Jalan Musyawarah, Kelurahan Suka Dame, Siantar Utara. Namun, gagal karena saudaranya sedang tidak berada di rumah. Di tengah kebingungan sambil berjalan kaki, pelaku melihat buah cokelat sedang dijemur di halaman rumah salah seorang warga.

Niat mencuri pun muncul di benak pria berambut gondrong dan badan ceking ini. BS kemudian tanpa ragu langsung melipat karung goni yang menjadi alas buah cokelat yang dijemur. Dia bergegas membawa buah cokelat tersebut dengan niat akan dijual ke Pasar Dwikora, Pematang Siantar. Dia tidak peduli walaupun ada beberapa warga berkumpul tak jauh dari lokasi dijemurnya cokelat tersebut.

"Di kepalaku ini hanya terbayang adikku yang kelaparan itu. Tak peduli aku (ada orang yang melihat), yang penting mereka bisa makan," katanya.

Namun, naas, baru 50 meter berjalan, tiba-tiba dari arah belakang muncul seorang wanita yang langsung menggenggam erat lengan kanannya. Wanita yang ternyata pemilik buah cokelat, Lusinde br Simbolon (38), ini berteriak maling sehingga dalam hitungan menit, pelaku dikerumuni warga.

"Maaf kak, aku tak tahu ini punya kakak. Tolong jangan apa-apakan aku. Tolong, kak," ucap BS menirukan ucapannya sendiri saat tertangkap basah mencuri cokelat.

Namun, warga yang sudah marah justru menyarankan Lusinde untuk segera menyerahkan pelaku ke polisi sebelum warga mengambil tindakan. Pasalnya, beberapa pekan terakhir buah cokelat yang sedang dijemur di Jalan Musyawarah kerap hilang dan petani cokelat merugi.

"Ampun kak, jangan penjarakan aku. Adikku di rumah sedang kelaparan, makanya aku mencuri," pinta BS.

Tak sampai 15 menit, tiga petugas Polsek Siantar Utara tiba di lokasi dan langsung mengamankan BS sebelum dihakimi warga. Pelaku pasrah diboyong petugas seraya memundak sendiri buah cokelat seberat 6 kg hasil kejahatannya itu.

Sementara Lusinde br Simbolon, pemilik buah cokelat, mengaku, buah cokelat yang dicuri BS senilai Rp 100.000. Dia sudah dua kali kehilangan buah cokelat. Kejadian serupa juga dialami tetangganya.

"Kasihan, sih, tetapi apa boleh buat. Mencuri tetap salah dan dihukum biar ada efek jeranya, makanya aku buat laporan itu," kata Lusinde.

Kapolsek Siantar Utara AKP M Nababan membenarkan pihaknya sudah mengamankan BS yang tertangkap tangan mencuri buah cokelat.

Sumber: Kompas
Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE: