May 04, 2013

Rencana Pemerintah Menaikan BBM Resahkan Pedagang

Ilustrasi pengisian BBM 

JAKARTA - Rencana pemerintah yang akan kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat resah para pedagang kebutuhan bahan pokok di Pasar Induk Kramatjati. Sebab, jika isu ini terus berhembus, dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga kebutuhan bahan pokok. Karenanya, mereka berharap pemerintah segera mengakhiri isu tersebut dengan memutuskan naik atau tidaknya harganya BBM.

Anas (46), salah seorang pedagang Pasar Induk Kramatjati menuturkan, sebaiknya pemerintah segera memutuskan naik atau tidaknya harga BBM. "Kalau mau naik segera pastikan, berapa kenaikan harganya. Bagi pedagang tidak masalah harga BBM naik yang penting ada kepastian. Tidak seperti sekarang yang justru bisa memicu ketidakseragaman harga dan itu tentu akan dilekuhkan para pembeli," ujar Anas, penjual sayur mayur di Pasar Induk Kramatjati, Sabtu (4/5).

Dikatakan Anas, kenaikan harga BBM diprediksi akan berdampak sementara dan pedagang akan menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM tersebut. Sementara jika isu ini terus bergulir, dikhawatirkan akan dimanfaatkan para spekulan.

"Seperti kemarin, ketika ada isu kenaikan BBM akan diumumkan pada 1 Mei, ada isu  yang nahan solar. Akibatnya, distribusi barang seperti bawang putih jadi tersendat dan memicu kenaikan harga walau Rp 500 per kilogram," katanya.

Hal senada dikatakan Nellys Sukidi, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang. Menurutnya, yang terpenting saat ini pemerintah segera memutuskan jadi atau tidak menaikkan harga BBM. Sebab, andaikanta naik pun, ia dan para pedagang lainnya tinggal menyesuaikan dengan kenaikan harga tersebut. "Bagi kami tidak masalah harga BBM naik. Yang penting segera putuskan. Kalau naik pun tinggal kami sesuaikan. Sebab, kalau ini sampai berlarut-larut kami justru khawatir akan dimanfaatkan para spekulan," katanya.

Saat ini, kata Nellys, untuk harga beras IR 3 naik Rp 6.800 ke Rp 6900. Kemudian IR 2 naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.100. Lalu, IR 1 naik dari Rp 7.200 menjadi Rp 7.300, sedangkan beras jenis super masih di atas Rp 7.400.  "Saat ini ada kenaikan dan itu disebabkan kelangkaan solar," ucapnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Unit Pasar Besar (UPB), Pasar Induk Kramatjati, Sugiyono mengatakan, sejauh ini isu kenaikan BBM belum berpengaruh pada harga sayur mayur di Pasar Induk Kramatjati. Sebaliknya, harga beberapa komoditas yang sebelumnya melambung seperti bawang merah, bawang putih dan cabai merah sudah normal kembali. "Hanya bawang merah saja yang masih Rp 24 ribu. Selebihnya, seperti bawang putih sekarang relatif stabil di harga Rp 13 ribu. Harga cabai rawit merah juga di bawah Rp 15.000. Harga-harga ini sudah stabil selama beberapa minggu kemarin," katanya.

Ditambahkan Sugiyono, pihaknya tetap memprediksi kemungkinan naiknya harga komoditas sayur dan buah-buahan jika nantinya pemerintah menetapkan harga kenaikan BBM. "Karena pasti ada kenaikan untuk transportasi distribusi barang. Tapi kalau pemerintah menerapkan dua harga, sepertinya tidak terlalu berpengaruh," tandasnya.

Editor: Ferlyando Sandala

BAGIKAN KE:

0 komentar: