May 19, 2013

Satreskrim Pekanbaru Temukan Bukti Baru Terkait Kasus Geng Motor

Ilustrasi. 

JAKARTA - Penanganan kasus geng motor oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru menemukan bukti baru. Terindikasi bahwa Bambang, anak Klewang yang juga pendiri XTC diduga ikut dalam aksi perampasan dan penganiayaan di persimpangan Mal SKA beberapa waktu lalu.

Polisi masih melacak keberadaan remaja yang pernah residivis atas kasus penganiayaan hingga memicu penyerangan ke Mapolresta.

Seperti dikatakan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria, Sabtu (18/5/2013).

"Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka-tersangka, mereka mengatakan Bambang ikut pada perampasan di persimpangan Mal SKA," ungkap Arief Fajar.

Peristiwa yang terjadi di persimpangan Mal SKA itu, berawal saat sekelompok remaja yang diduga merupakan anggota geng motor beranggotakan sekitar 30 sepeda motor konvoi dan membuat keributan.

Mendapat laporan dari warga, anggota polisi terjun ke lokasi,dan berhasil mengamankan seorang dari anggota kelompok tersebut.

Saat itu, sekitar 30-an sepeda motor yang diduga kuat merupakan anggota geng motor itu melintas secara ugal-ugalan di simpang SKA. Tampak pula ada bagian dari kelompok ini yang membawa samurai. Warga yang melihat kelompok ini merasa khawatir, lalu memperingatkan pengendara lain yang melintas agar menghindar dari kelompok ini.

Namun, meski sudah ada peringatan dari warga, naas bagi sekelompok remaja yang berjumlah lima orang, mereka disergap kelompok geng motor ini. Mereka dipukuli, bahkan satu sepeda motor mereka dirampas. Geng motor yang menghajar mereka seperti tak punya perasaan, seorang dari korban yang terlihat memiliki kekurangan fisik tetap dihajar pada bagian dada.

"Bambang ikut pada waktu itu, saat ini masih dalam pengejaran dan melakukan pelacakan keberadaannya," lanjut Arief.

Dalam kasus geng motor di Pekanbaru, Bambang bukanlah orang baru. Ia adalah Ketua Geng Motor XTC saat terjadi penyerangan ke Mapolresta Pekanbaru pada 26 Februari 2012. Penyerangan yang bermula ketika ia ditangkap atas kasus penganiayaan.

Kemudian, Bambang dibekuk saat sedang bersama anggota geng motor XTC berkumpul di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Ababil, Kecamatan Sukajadi.

Anggotanya yang tak senang akibat sang ketua ditangkap mengejar mobil polisi yang menangkap hingga mobil itu masuk ke Mapolresta Pekanbaru.

Di Mapolresta, puluhan anggotanya yang mengamuk melakukan pengerusakan terhadap Pos Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), serta beberapa ruko dan traffic light (lampu lalu lintas) yang ada di sekitar Mapolresta.

Selanjutnya, polisi memproses setidaknya 14 orang yang diduga terlibat hingga mendekam di lembaga permasyarakatan setelah divonis hakim, dengan dua di antaranya hingga saat ini masih menjadi DPO. Bambang atas kasus penganiayaan yang menyulut penyerangan itu divonis lima bulan penjara.

"Saya sudah pegang amar putusannya. Dia dihukum lima bulan penjara saat itu," lanjut Kasat Reskrim.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar mengatakan, pemantauan terus dilakukan. Hal ini bukan hanya terhadap Bambang namun juga semua orang-orang yang pernah terlibat geng motor.

"Ini sebagai bahan pemantauan, apakah yang bebas ini masih melakukan perbuatannya atau tidak. Ternyata dari mereka ada. Contohnya Um, yang saat ini kita tahan," ujarnya.

Um adalah seorang remaja putri berusia 16 tahun anggota XTC Laser (Ladies Sexy Road), yang saat ini diamankan karena terkait dalam aksi pengerusakan warnet di Jalan Kelapa Sawit, Kecamatan Bukitraya beberapa waktu lalu. Dalam kasus penyerangan Mapolresta Pekanbaru ia sempat menjalani hukuman di Lapas Anak dan Wanita Pekanbaru selama delapan bulan.

Selain Um, jika ada pelaku lain yang kembali terlibat, maka polisi akan melakukan penindakan tegas. "Mereka ini akan kita tangkap lagi jika berbuat berbuat hal yang sama," tandasnya.

Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE: