June 20, 2013

SBY: Tidak Ada Capres bak Superman

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menjawab pertanyaan wartawan dalam acara silaturahmi bersama wartawan, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (13/2/2012). Dalam silahturahmi selama satu setengah jam tersebut, presiden menjawab belasan pertanyaan terkait permasalahan yang terjadi di Indonesia belakangan ini, seperti kasus GKI Yasmin di Bogor, rencana pembelian pesawat kepresidenan, penuntasan kasus Bank Century hingga penanganan korupsi. 
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengingatkan rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014, khususnya pada pemilu presiden dan wakil presiden. Menurut SBY, tidak ada calon presiden yang sempurna.

"Jangan jadi golput. Tentunya tidak ada capres yang tidak punya kelebihan dan kekurangan. Kalau rakyat ingin capres seperti Superman, pasti tidak pernah ada. Maka pilihlah nanti siapa yang paling tepat," kata Presiden saat berbicara di HUT harian Rakyat Merdeka, Jakarta, Rabu (19/6/2013) malam.

Presiden juga mengingatkan media massa untuk memberi ruang yang lebih luas kepada para capres untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi dan misi, hingga menyampaikan solusi mengatasi ratusan atau mungkin ribuan masalah di Indonesia.

Kepada para bakal capres, Presiden mengingatkan bahwa rakyat akan menyimak dan mengingat janji-janji selama kampanye. Rakyat akan menilai mana janji yang realistis dan mana yang tidak.

Presiden juga menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah besar untuk diselesaikan presiden selanjutnya. Di bidang ekonomi, menurut SBY, pemerintah dibantu semua pihak wajib menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah masih resesinya ekonomi dunia.

Di dunia politik, Presiden berharap demokrasi semakin matang dan berkualitas. Ia berharap Pemilu 2014 berjalan dengan baik meskipun situasi politik akan menghangat, bahkan keras.

Di bidang sosial, Presiden ingin agar masyarakat semakin rukun, bersatu, dan penuh toleransi. Presiden mengaku prihatin terhadap toleransi yang tidak berjalan seperti diharapkan. Masyarakat belum siap hidup majemuk dan saling menghormati.


Sumber: nkc
Editor: Ferlyando

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: