November 07, 2013

Tumbelaka: Tuntutan UMP 3,5 Juta Tidak Masuk Akal

Taufik Tumbelaka Pengamat Politik Sulut. 
MANADO - Terkait tuntutan para Buruh dalam aksi demo yang dilaksanakan, Rabu (6/11) dimana mereka menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut 2014, sebesar Rp 3.571.492 dianggap Tidak Masuk Akal. Pasalnya, dunia usaha di Sulut belum terlalu berkembang sebagaimana yang ada di kota – kota besar di Indonesia.

“UMP 3,5 juta, saya rasa kurang realistis. Karena dunia usaha di Sulut belum terlalu berkembang seperti yang diharapkan. Akan tetapi usulan angka tersebut, haruslah kita hormati karena itu merupakan hasil kalkulasi para buruh berdasarkan Komponen Layak Hidup (KLH) mereka,” ujar Pengamat Politik dan Pemerintahan, Taufik Tumbelaka kepada CYBERSULUT.

Lanjut dikatakannya, dalam penentuan UMP 2014 ini, pihak-pihak terkait harus bijaksana dan adil dalam menentukan angka besarannya. Karena bisa saja berdampak negatif untuk salaha satu pihak, baik itu pengusaha maupun buruh.

“Dengan tuntutan UMP 2014 yang terlalu besar, bisa saja investor menjadi malas untuk membuka usaha di Sulut. Atau jika dipaksakan dengan UMP yang tinggi, apakah Sumber Daya Manusia (SDM) dari buruh Sulut siap atau tidak. Karena kalau tidak siap, bisa saja SDM dari luar Sulut yang akan masuk merenggut hasil perjuangan kenaikkan UMP tersebut,” terang Tumbelaka sembari menambahkan, agar masing-masing pihak segera memutuskan keputusan bersama sesuai dengan kajian dan dampak yang akan terjadi kedepan.

“Dicarilah win-win solution untuk kedua pihak, dan saya kira aspirasi ini juga harus disalurkan oleh lembaga legislatif yang sudah merupakan tugas mereka,” tandas Tumbelaka.(Red)

BAGIKAN KE:

0 komentar: