May 29, 2014

Pemilihan Presiden masih
tersisa 42 hari lagi. Namun sebelum pesta rakyat lima tahunan itu digelar 9 Juli nanti, kandidat presiden beserta tim suksesnya telah memulai perang.

Ya, perang urat syarat, perang kata-kata hingga perang ada
banyak dukungan dari kalangan purnawirawan alias
pesiunan tentara dan polisi.
Bukan main-main memang. Mantan Ketua MPR selaku
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional
Amien Rais bahkan mengatakan, pemilihan presiden ini
seperti prang.
PAN akan menggunakan mental Perang Badar dalam
menghadapi pemilu presiden ini. Amien duduk sebagai
salah satu penasihat tim pemenangan pasangan Prabowo
Subianto dan Hatta Rajasa.
Sebagai kaum Muslimin, Amien pun menganjurkan
penggunaan mentalitas Perang Badar alih-alih Perang
Uhud.
" Dahulukan perjuangan ketimbang bagi-bagi harta
rampasan perang. Jadi, kalau mulai maju (niatnya seperti
di) Perang Uhud, insya Allah kalah. Kalau (niatnya seperti
di) Perang Badar, ini siapa, menterinya siapa, itu nanti,
insya Allah kita kali ini dimenangkan," Amien di Masjid
Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Selasa, (27/5/2014).
Perang atau pertempuran badar adalah pertempuran besar
pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya,
pada 17 Maret 624 Masehi. Pasukan kecil kaum Muslim,
berjumlah 313 orang, bertempur menghadapi pasukan
besar Quraisy dari Mekkah, berjumlah 1.000 orang.
Setelah berperang habis-habisan sekitar dua jam, pasukan
Muslim mengalahkan barisan Quraisy.
Pernyataan Amien Rais menuai protes kubu pasangan Joko
Widodo - Jusuf Kalla.
Juru Bicara Capres-Cawapres Jokowi-JK, Abdul Kadir
Karding, mengatakan Pilpres ini bukanlah perang, tapi
momentum untuk cita cita besar membangun bangsa dan
Negara guna membangun dan meningkatkan kesejahteraan
rakyat.
Menurut Karding, tidak seharusnya Amien Rais yang sudah
cukup terkenal menjadi tokoh nasional berfikir sectarian
dan berbau SARA.
"Karena harusnya semua pihak dan tokoh bangsa ini bisa
menjadi katalisator bagi terciptanya suasana kondusif
dalam pilpres 2014 mendatang. Apalagi dalam pemilu kali
ini memang hanya ada 2 pasangan yang berkompetisi
secara ketat," kata Karding.
Sebelum ini, dua kubu pasangan capres-cawapres memang
getol menggaet pensiunan TNI/polri untuk memperkuat
barisannya. Kubu Prabowo, didukung ratusan
purnawirawan TNI dan Polri yang berkumpul di gedung
Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis, 27 Maret 2014.
Saat pertemuan dengan Prabowo, mantan Kepala Staf
Umum TNI Letjen TNI (Purnawirawan) Johannes Suryo
Prabowo mengatakan ada 200 purnawirawan TNI/Polri
yang mendukung Prabowo-Hatta.
Di kubu ini antara lain ada mantan Panglima TNI
Laksamana (Purnawirawan) Widodo AS, mantan Kepala
Staf Angkatan Darat TNI Jenderal TNI (Purn) George
Toisutta, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso,
mantan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal (Pur)
Johannes Suryo Prabowo, mantan Kasospol/mantan
Menteri Penerangan Yunus Yosfiah, dan lain-lain.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun, ada setidaknya 35
purnawirawan jenderal dari TNI/Polri pendukung Prabowo -
Hatta.
Sedangkan di seberang, di kubu Jokowi - Jusuf Kalla, tidak
kalah. Mantan Panglima ABRI/Menteri Pertahanan yang
kini Ketua Umum Hanura Hanura Wiranto, mengatakan ada
sebanyak 170 purnawirawan Jenderal TNI dan Polri yang
mendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo
dan Jusuf Kalla.
Mereka bertemu di Posko Pondok Bangsa Melawai,
Jakarta Selatan, Selasa (27/05). Sejauh ini setidaknya 38
purnawirawan jenderal mendukung pasangan ini.
Selain Wiranto ada mantan Kepala BIN/mantan Menteri
Transmigrasi AM Hendropriyono, mantan Dankodilat TNI
AD/mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar,
mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut
Pandjaitan.
Kemudian, mantan Wakil Panglima TNI/KSAD Fachrul Rozi,
mantan KSAD Tyasno Sudarto, mantan Kepala Staf TNI AD
(KSAD), mantan KSAL Bernard Ken Sondakh, mantan
Kapolri Da'I Bactiar.
Ini dia daftar 35 Jenderal Purnawirawan pendukung
Prabowo - Hatta:
1. Laksamana Purn Widodo AS, mantan Panglima TNI
2. Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, mantan Kepala
Staf Angkatan Darat TNI
3. Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, mantan KSAD
4. Jenderal (Purn) George Toisutta, mantan KSAD
5. Letnan Jenderal (Pur) Johannes Suryo Prabowo,
mantan Kepala Staf Umum TNI
6. Letjen (Purn) Yunus Yosfiah, mantan Kasospol ABRI/
Menpen
7. Letjen Purn Cornel Simbolon, mantan Wakil KSAD
8. Letjen Marinir (Purn) Suharto, mantan Komandan
Marinir
9. Laksdya (Purn) Moekhlas Sidik, mantan Kalakhar
Bakorkamla
10. Letjen (Purn) Syarwan Hamid, mantan Mendagri
11. Laksdya TNI (Purn) Joko Sumariyono, Mantan
Sesmenko Polhukam
12. Letjen TNI (Purn) Romulo Robert Simbolon, mantan
Sesmenko Polhukam
13. Laksdya TNI (Purn) Freddy Numberi, mantan Menteri
Perhubungan
14. Letjen (Purn) Burhanuddin Amin, mantan
Pangkostrad
15. Komjen (Purn) Adang Darajatun, mantan Wakapolri
16. Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramli, mantan Kepala
Lembaga Sandi Negara RI/mantan Cawagub DKI
17. Mayjen (Purn) Bimo Prakoso, mantan staf Lemhanas
18. Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, mantan Asops
TNI
19. Mayjen (Purn) Syamsir Siregar, mantan Kepala BIN
20. Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, mantan Dubes RI untuk
Tiongkok
21. Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, mantan Kaskostrad
22. Mayjen (Purn) Amir Sembiring, mantan Dankodiklat
AD
23. Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, mantan dosen
Lehannas
24. Mayjen TNI (Purn)  Johnnny Wahab, mantan
Koorsahli KSAD
25. Mayjen TNI (Purn) Mahidin Simbolon, mantan
Pangdam XVII Trikora
26. Mayjen TNI (Purn) Soenarko, mantan Danjen
Kopassus
27. Mayjen Chairawan, bekas Komandan Grup 4 Sandi
Yudha Kopassus
28. Marsda (Purn) Eko Edi Santoso, mantan Komandan
Kodikau
29. Irjen Pol (Purn) Prof Dr Farouk Muhammad S, mantan
Kapolda NTB
30. Irjen Pol (Purn) Tommy Trider Jacobus, mantan
Kapolda Papua
31. Irjen Pol (Purn) Indradi Thanos, mantan Koordinator
Kelompok Ahli BNN
32. Brigjen Pol (Purn) Taufik Effendi, mantan Menteri
PAN/mantan politisi Demokrat
33. Brigjen (Purn) Pol Timbul Sianturi, mantan
Kadispenum Mabes Polri
34. Marsma Mutanto Juwono, mantan penerbang TNI AU
35. Marsma (Purn) Istowo, mantan Asper Kepala Staf TNI
AU
Ini Dia 38 Purnawirawan Jenderal  Pendukung Jokowi -
Kalla.
1. Jenderal TNI (Purnawirawan) Hanura Wiranto, mantan
Panglima ABRI/Menhan
2. Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, mantan Kepala
BIN/mantan Menteri Transmigrasi
3. Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, mantan
Dankodilat TNI AD/mantan Wakil Ketua Dewan
Pertimbangan Golkar
4. Jenderal TNI (Purn) Fachrul Rozi, mantan Wakil
Panglima TNI/KSAD
5. Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, mantan Kepala
Staf TNI AD (KSAD)
6. Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS, mantan KSAD
7. Laksamana TNI (Purn) Bernard Ken Sondakh, mantan
Kepala Staf TNI AL (KSAL)
8. Laksamana (Purn) Tedjo Edi, mantan KSAL
9. Laksamana TNI (Purn) Soeparno, mantan KSAL
10. Marsekal TNI (Purn) Sutria Tubagus, mantan KSAU
11. Jenderal Pol (Purn) Da'i Bachtiar (mantan Kapolri)
12. Jenderal Pol (Purn) Surojo Bimantoro, mantan Kapolri
13. Letnan Jenderal TNI (Purn) Sumarsono, mantan Wakil
KSAD/mantan Sekjen Partai Golkar
14. Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, mantan Kepala BAIS
15. Letjen TNI (Purn) Syarifudin Tippe, mantan Rektor
Universitas Pertahanan
16. Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, mantan Kepala BAIS
17. Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, mantan Kepala
Staf Umum TNI
18. Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Makbul
Padmanegara, mantan Wakapolri
19. Laksamana Muda Purnawirawan TNI Dauhan
Syamsuri, mantan Wakil Asisten Operasional Kepala Staf
Angkatan Laut
20. Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn) Tritamtomo
(mantan pangdam Bukit Barisan)
21. Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mantan Sesmil
Presiden
22. Mayjen TNI (Purn) M Yusuf Solikin, Ketua Himpunan
Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)
23. Mayjen TNI (Purn) Bambang Ismoyo, mantan Dirdik
Sesko TNI
24. Mayjen TNI (Purn) M. Luthfi Wetto
25. Marsekal Muda (Marsda) TNI (Purn) Basri Sidehabi,
mantan Gubernur Akademi TNI AU
26. Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, mantan Kepala
BAIS
27. Marsda TNI (Purn) Pieter LD Wattimena, mantan
Dirjen Ranahan Departemen Pertahanan
28. Laksama Muda (Laksda) TNI (Purn) Sosialisman,
mantan Panglima Komando Armada Timur TNI AL
29. Laksda TNI (Purn) Abdul Malik Yusuf, mantan
Widyaiswara Utama Bid Ekonomi Lemhannas
30. Laksda TNI (Purn) Franky Kaihatu, mantan Kadispen
TNI AL
31. Laksda TNI (Purn) Dadi Sunarto
32. Inspektur Jenderal (Irjen) Pol (Purn) Andi Masmiat,
mantan Kapolda Kaltim
33. Irjen Pol Eddy Kusuma Wijaya, mantan Widya Iswara
Utama Sespim Polri Lemdikpol
34. Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Purn) Mulyono,
mantan Kabinda Maluku
35. Brigjen TNI (Purn) Djamhur Suhana, (mantan Dirjen
Startegis Sesko TNI)
36. Laksamana Pertama (Laksma) TNI (Purn) Songkal
VH Simanjuntak, mantan Kadislitbangal
37. Marsekal Pertama TNI (Purn) Yopie Kiriweno, mantan
staf ahli KSAU
38. Brigjen TNI (Purn) Abdul Salam Mustam, Sekjen
Dewan Harian Nasional '45

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: