Real Madrid - Altletico Madrid. |
Tim Spanyol yang dinakhodai Vicente Del Bosque musim panas ini akan menjadi, di antaranya, tim yang merepresentasikan dua klub terkuat di dunia, para protagonis El Clasico, laga yang paling banyak disaksikan dan diperbincangkan di planet ini.
La Liga telah menjadi kompetisi domestik paling seimbang di Eropa selama musim 2013/14, dengan sebuah tim juara – Atletico Madrid – yang berani pertama-tama berani menantang, kemudian menaklukkan Real Madrid dan Barcelona yang sangat kuat.
Ini adalah liga yang sama yang sekarang memonopoli final Liga Champions, kompetisi yang sebelumnya tidak pernah mempertemukan dua tim dari kota yang sama untuk berduel memperebutkan trofi – sampai Spanyol mewujudkannya tahun ini.
Dan tentu saja, jangan lupa bahwa Sevilla mengalahkan Benfica untuk mengklaim titel Liga Europa. Semua prestasi ini akan ikut dibawa ketika Spanyol pergi ke putaran final Piala Dunia. Titel dan pencapaian adalah satu hal, dan seiring waktu dapat diemulasi. Namun, adalah gaya dari performa di level internasional dan klub tersebutlah yang telah memukau dan menginspirasi orang-orang.
Tentu saja, imitasi adalah bentuk terjujur dari sanjungan. Inilah keadaannya di Liga Primer Inggris, liga yang disebut-sebut terbaik di dunia, dengan 33 pemain Spanyol menjadi kontributor reguler. Empat di antaranya – Silva, Navas, Negredo, dan Javi Garcia – membantu Manchester City menuju tangga juara.
Hal yang sama bisa dilihat di liga-liga mayor Eropa lainnya. Javi Martinez dan Thiago adalah bagian dari tim Bayern Munich yang mendominasi Bundesliga, sementara Fernando Llorente menikmati sukses serupa di Serie A bersama Juventus.
Namun, pada akhirnya gaya unik dan khas itu telah bermanifestasi dengan sendirinya ke dalam klub tersukses Spanyol musim ini, Atletico Madrid, tim tangguh penuh keberanian tapi dengan inti para pemain Spanyol yang mumpuni seperti Gabi, Mario Suarez, Koke, Juanfran, Raul Garcia, Diego Costa… plus Adrian dan Villa.
Gaya tersebut, yang telah disaksikan di seantero Eropa akan, selama empat minggu pada musim panas ini, terkonsentrasi dalam satu tim: Spanyol.
Siapa pun yang berpikir Spanyol akan terus memainkan sepakbola bagus, tapi hanya mempunyai sedikit kapasitas untuk berjuang mempertahankan titel di Brasil, sebaiknya berpikir ulang.
Mereka yang telah mengamati dengan saksama outcome di La Liga mungkin memahami bahwa tim yang tak pernah ‘kedaluwarsa’ pada akhirnya akan berjaya, hal sama bisa dikatakan tentang pertarungan El Clasico di final Copa del Rey. Dan, besar kemungkinan situasinya akan sama di Lisbon pekan ini.
Dan bagi mereka dengan ambisi menjuarai Piala Dunia, pastinya mereka ingin memiliki pemain Spanyol dalam tim mereka. (gc)
COMMENTS