July 09, 2014

Jusuf Kalla: Lebih Capek Klarifikasi Black Campaign Daripada Sampaikan Visi-Misi



Jakarta - Calon Wakil Presiden (Cawapres), pasangan nomor urut 2, Jusuf Kalla (JK), mengaku yakin pasangan Joko Widodo (Jokowi) - JK dapat mengungguli perolehan suara pasangan Prabowo Subianto
- Hatta Rajasa.

Kepada wartawan saat mengunjungi kediamannya di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (8/7/2014),
Wakil Presiden RI 2004 - 2009 itu menyebutkan bahwa sejak awal elektabilitas pasangan nomor urut 2 memang sudah lebih unggul. Oleh karena itu strategi yang digunakan
untuk merontokkan elektabilitas adalah dengan kampanye hitam.

"Selama hampir tiga minggu kita sibuk mengklarifikasi black campaign," katanya.
Ia pun mengakui dalam kurun waktu tersebut waktunya tersita lebih banyak untuk melakukan klarifikasi, ketimbang
mensosialisasikan visi-misi pasangan Jokowi - JK. Pihak Prabowo - Hatta pun menurutnya melakukan hal yang
sama.

"Tapi bedanya mereka mengklarifikasi negative campaign," ujarnya.

Ia menerangkan bahwa negative campaign atau kampanye negatif adalah serangan untuk mendegradasi elektabilitas lawan, dengan mengungkapkan fakta-fakta negatif. Salah satu yang digunakan untuk menyerang pasangan nomor urut 2 adalah kasus penculikan aktivis yang sempat menjerat Prabowo.

"Tiga minggu pertama kita berat, sehingga terjadi penurunan suara, tapi minggu ke empat sudah hilang (permasalahan tersebut)," jelasnya.

Salah satu indikator suksesnya klarifikasi tersebut adalah kampanye Jokowi yang menjadi sangat populer di media
sosial. Ia mengakui bahwa hal itu adalah hasil jerih payah anak-anak muda yang mendukung pasangan nomor urut 2
itu. Kemudian indikator terakhir adalah membludaknya masa saat digelar kampanye di Stadion Utama Gelora Bung
Karno (SUGBK) pada 5 Juli lalu.

JK juga menyinggung soal kemenangan-kemenangan yang didapat pasangan Jokowi - JK di sejumlah negara sesuai hasil hitungan cepat. Ia percaya fenomena yang sama juga terjadi di Indonesia, karena saat ini antara luar negri dan dalam negri dengan kemajuan teknologi informasi menjadi hampir tak berbatas. "Insya Allah dapat enam puluh persen," tandasnya.

Sumber : Tribunnews.com

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: