July 07, 2014

Massie : Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang Memiliki Terobosan Baru


Workshop Bedah Pilpres

Manado - Pemimpin ideal adalah pemimpin yang mampu mengatasi persoalan bangsa dan memiliki new breaktrough (terobosan baru) dalam membangun bangsa Indonesia. Hal tersebut diutarakan
Pengamat dan Konsultan Politik Sulawesi Utara (Sulut) Dr Jerry Massie MA Ph.D dalam workshop “Bedah Pilpres 2014″ yang bertajuk, Mencari Pemimpin Ideal Indonesia, yang di gelar di Maengket Hall, Sahid Kawanua Hotel, Manado Jumat, (04/7) pekan lalu.

Indonesia menurut Massie, butuh figur yang mampu berpikir
akan progress (kemajuan) bangsa, terbebas dari poverty (kemiskinan) bahkan pemimpin tersebut memiliki ability to do, ability to work, ability to action, ability to influence. Seperti pendapat Donald Mc Gonnan, "Leadership is not a position but an action" (Kepemimpinan bukanlah suatu posisi akan tetapi sebuah tindakan), serta Leadership is the capacity to translate vision into reality (kepemimpinan adalah bagaimana seseorang menerjemahkan visi ke aksi).

“Kedua calon presiden memiliki kelebihan masing-masing kalau Prabowo memiliki gaya kepemimpinan yang tegas, tangkas dan lugas sedangkan Jokowi pemimpin yang peduli terhadap rakyat, juga dengan gayanya yang terkenal yaitu; blusukan, jadi tinggal dari kita yang menentukan sikap, pemilih yang cerdas memilih pemimpin yang berkualitas,” tandasnya.

Menjawab seputar black campaign (kampanye hitam), menurutnya, ada banyak kelompok yang tak memahami tentang demokrasi. Kampanye hitam merupakan Character Assisination (Pembunuhan Karakter) seperti; RIP Jokowi, Jokowi sinting, pencemaran nama baik lewat media Obor, ada yang menyebutkan Jokowi PKI, begitu pula serangan pelanggaran HAM terhadap Prabowo, pemalsuan akun anak Prabowo, serangan dari Ketua KPK Abraham Samad dan lainnya. Ini tidak perlu dilakukan, kata Massie yang dimoderatori Drs Joppy Suoth ini.

 “Pilpres tahun 2014 ini adalah pilpres yang paling seru sejak pertama kali di helat yakni pada tahun 1955, kini sudah 11 kali kita mengadakan Pemilihan Presiden (Pillres), namun baru kali ini yang hanya 2 kandidat, juga ini adalah pertarungan antara militer kontra birokrat. Prabowo didukung oleh 11 Gubernur dan Jokowi di support 5 gubernur, salah satunya Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang, Jokowi dengan mesin partai PDIP yang memiliki 109 kursi di DPR dari 560 yang duduk di parlemen didukung partai koalisinya seperti; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 47 Kursi (9,4 persen), Partai Nasdem 35 kursi (6,72 persen) dan Hanura 16 kursi (5,26 persen) dan Prabowo yang diusung Partai Gerindra yang memiliki 73 kursi (11,81%), Partai Golkar 91 kursi (14,75 persen), PPP 6,53 persen, PKS 40 kursi (6,79%), PD 61 kursi (10,19%), PAN 49 kursi (7,59 persen). Jadi hanya 2 yang gagal masuk dalam Parlementary Threshold 3,5 persen ambang batas yaitu, PKPI dan PBB,” jelasnya.

Terkait masalah hukum di Indonesia Jelas Massie pemerintah harus lebih transparan dan kredibel serta tak pandang bulu.
“Kalau perlu untuk penyidik kita yang hanya 700 pegawai KPK, 266 bidang penindakan (40 persen) dan 136 di bidang pencegahan (20 persen).

Bayangkan saja Hongkong yang penduduknya hanya 26 juta namun penyidik di negara tersebut adalah sebanyak 900 orang (70%) dan anggota KPK mereka berjumlah 1300 orang. Namun, kita patut memberikan apresiasi terhadap KPK yang telah menyelidiki 500 kasus dan telah menyelamatkan Rp 153 Triliun keuangan negara, sebut Massie.

Dijelaskan pula, kekayaan dari capres dan cawapres sudah di audit dan buka ke publik. Misalkan, Prabowo yang memiliki kekayaan sebanyak Rp 1,6 Triliun, Jusuf Kalla (JK) 465 Miliar, Jokowi 29 Miliar, Hatta Radjasa Rp 30 Miliar, dan jika kekayaan
mereka sudah tak sesuai contohnya dalam setahun kekayaan Jokowi sudah mencapai trilunan rupiah, maka ini patut dicurigai dan masyarakat bisa mencari tahu dan bisa melaporkan sesuai UU tentang Keterbukaan Publik No.14 Tahun 2008.

“Pemimpin ideal adalah pemimpin yang jujur, sederhana,
anti korupsi, cinta rakyat, peduli tegas, berani, berdedikasi, tak agamawi, cinta tanah air, mampu menegakan hukum, tak memihak, tidak otoriter dan diktator, rendah hati, memiliki kemampuan manajerial, bukan pelanggar HAM, suka berkorban dan tak mencari keuntungan, cerdas dan masih ada banyak kriteria lagi,” terangnya.

Terkait masalah survei, Massie menyatakan jika ada akademisi yang tidak percaya survei ini parah, kalau survei yang benar tak masalah dipercayai yang penting bukan
survey yang telah direkayasa selain itu para responden juga jangan hanya mahasiswa atau petani yang diambil sampelnya, namun harus diambil semua keterwakilan, ucapnya.

Kedepan kata Massie pemimpin indonesia harus segera menuntaskan masalah Rp 6,7 triliun korupsi Bank Century dan Hutang Luar Negeri (HLN) 269 miliar dollar, aset bangsa yang sudah di gadaikan kepada asing seperti; Migas dan batubara (70-75%), perbankan (50%), telekomunikasi (70%), perkebunan sawit (50%) pertanian (40%) dan masalah lain.

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: