July 15, 2015

Calon Gubernur Sulut harus Benci Korupsi

Massie : Pemimpin Sulut harus Bersih dan Transparan

Manado -  Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) DPD Sulawesi Utara (Sulut), Selasa, (14/7) menggelar diskusi publik bertajuk, "Mencari Pemimpin Anti Korupsi di Sulut."

Kegiatan ini dihadiri sejumlah wartawan. Dr Jerry Massie MA Ph.D, Ketua DPD-GIAK Sulut sekaligus Wakil Ketua DPP Bidang Humas yang tampil sebagai narasumber ini berharap figur agar yang akan terpilih untuk memimpin Sulut 5 tahun kedepan adalah orang yang bersih, transparan, kredibel, profesional, rela berkorban, mencintai rakyat serta tidak terlihat ada indikasi buruk dalam hal penyalah-gunaan anggaran APBD dan dapat membentuk team work yang handal dan baik serta transparansi dalam bidang keuangan.

"Pemimpin yang baik itu dia bukan menjadi hamba uang, bukan juga diatur karena uang, tetapi bagaimana dia mengusahakan agar rakyatnya  sejahtera dan bahagia" kata Massie.

"Kriteria yang lain juga yang harus dia miliki adalah transparan soal salary  (gajinya), asetnya, expenses (pengeluaran), total revenue (pendapatan) bahkan dia harus berani membuka di depan publik terkait harta kekayaannya,  kalau perlu dia membuka cabang KPK di Sulut, bukan hanya itu saja, lebih dari itu dia harus punya strategi terhadap pencegahan korupsi bahkan pelaku korupsi tak segan-segan untuk dihukum sesuai dengan UU 31 tahun 1999 dan UU 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)," ujar Massie.

Selain itu kata Massie, figur Sulut satu nanti adalah seorang yang benar-benar  bersih dari korupsi, tulus hati dan mau membangun Sulut bukan hanya sekedar slogan anti korupsi namun lebih jauh dia mencontohkan figur Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjandra Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok, serta mantan Wakil Presiden Bung Hatta.

Terkait fit and proper test yang diharuskan dalam rangka penjaringan bakal calon kepala daerah nanti ditanyakan dapat mengikuti pilkada, Massie mengharapkan peran serta parpol untuk dapat melakukan seleksi yang ketat dalam menentukan calon pemimpin yang akan mereka usung nanti.

"Paling penting dia mampu mengatur pemerintahan dengan benar, dan jika dia menemukan ada anak buahnya yang melakukan tindak pidana korupsi dia harus memberikan sanksi kalau perlu sampai pada pemecatan karena ini masalah etika pejabat, dan pemimpin itu harus mempunyai moral dan ahlak yang baik" tegas putra Langowan tersebut.

Selain itu, pembicara lain yang tampil dalam diskusi ini diantaranya; Dr Maxi Egetan (dosen Fakultas Ilmu Politik, Unsrat Manado), Dr Olga Tirayoh SH MH (Akademisi), Lexi Weley SE MM (Praktisi) yang dimoderatori Stenly Oroh S.Sos wartawan SKH Kawanua Post.




BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: