July 14, 2015

Massie Berharap Pemimpin Sulut Harus Bersih dari Korupsi


Manado -  Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) DPD Sulawesi Utara (Sulut), Selasa, (14/7/2015) menggelar diskusi publik bertajuk, "Mencari Pemimpin Anti Korupsi di Sulut."

DR Jerry Massie MA Ph.D, Ketua DPD-GIAK Sulut sekaligus Wakil Ketua DPP bidang humas yang tampil sebagai narasumber ini mengharapkan figur yang akan terpilih untuk memimpin Sulut 5 tahun kedepan adalah orang yang bersih, transparan, kredibel, rela berkorban serta tidak terlihat ada indikasi yang buruk dan dapat membetuk team work yang handal dan baik serta transparansi dalam bidang keuangan.

"Pemimpin yang baik itu dia bukan menjadi hamba uang, bukan juga diatur karena uang, tetapi bagaimana dia mengusahakan agar rakyatnya itu dapat terlihat sejahtera dan tentunya dia harus bahagia" kata Massie.

"Kriteria yang lain juga dia harus transparan contohnya seperti dari gajinya, (salary), pendapatannya review serta total income-nya harus terbuka, serta laporan kekayaannya dia tidak takut, dia bukan hanya harus membangun dan lebih dari itu dia harus mencegah dan punya langkah preventif terhadap pelaku korupsi dan tidak segan-segan untuk dihukum sesuai dengan UU 31 tahun 1999 dan UU 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi" ujar Massie.

Selain itu kata Massie, figur Sulut satu nanti adalah seorang yang benar-benar  bersih dari korupsi, tulus serta rela berkorban demi rakyatnya bukan hanya sekedar slogan anti korupsi namun lebih jauh dia mencontohkan figur Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjandra Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok, serta mantan Wakil Presiden Bung Hatta.

Terkait fit and proper test yang diharuskan dalam rangka penjaringan bakal calon kepala daerah nanti ditanyakan dapat mengikuti pilkada, Massie mengharapkan peran serta parpol untuk dapat melakukan seleksi yang ketat dalam menentukan calon pemimpin yang akan mereka usung nanti.

"Figur itu harus tulus untuk membangun Sulut ke depan, dan jika dia menemukan ada anak buahnya yang melakukan tindak pidana korupsi dia harus memberikan sanksi kalau perlu sampai pada pemecatan karena ini masalah etika pejabat, dan pemimpin itu harus mempunyai moral dan ahlak yang baik" tegas putra Langowan tersebut.

Selain itu, pembicara lainnya yang tampil sebagai pembicara dalam diskusi ini diantaranya; Dr Maxi Egetan (dosen Fakultas Ilmu Politik, Unsrat Manado), Dr Olga Tirayoh SH MH (Akademisi), Lexi Weley SE MM (Praktisi) yang dimoderatori Stenly Oroh S.Sos wartawan SKH Kawanua Post.

Editor : Nando Sandala


BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: