August 03, 2015

Elly Lasut Disambut Hangat Warga Karame


MANADO – Beragam cara dilakukan oleh warga untuk menjemput calon gubernur mereka. Seperti figur Elly Lasut salah satu kandidat yang akan bertarung di Pilgub. Hasrat warga Kota Manado terhadap mantan Bupati Talaud ini akhirnya teepenuhi, hal ini dibuktikan dengan yang dilakukan masyarakat kepada figur yang satu ini. Sabtu (1/8/2015) saat menghadiri acara Hari Raya Ketupat di Karame, Kecamatan Singkil, disambut antusias oleh warga.

Bahkan, saat berjabatan tangan dengan warga, dan sejumlah ibu-ibu rumah tangga memeluk akrab sosok E2L sapaan akrab mantan Bupati Talaud ini, sambil menciumnya layaknya saudara. Tiba-tiba saja, salah seorang warga mengangkat Elly mengarahkan ke panggung utama, warga lainnya pun langsung menyambut dengan teriakan ‘inilah Gubernur kita’.

Ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan sepatah-dua kata diatas panggung, E2L meminta do’a dari masyarakat agar proses pencalonan dirinya dimudahkan. Tidak hanya itu, Elly yang dikenal publik figur rendah hati ini berjanji jika masyarakat memberikan mandat kepadanya, maka dirinya akan memberikan jaminan pendidikan yang layak pada generasi muda, dan memperhatikan para Lansia.

"Saya berterima kasih atas sambutan luar biasa dari warga Karame, saya tidak menyangka kalau akhirnya warga masih merindukan saya disini. Tentunya, dalam kesempatan ini saya dengan rendah hati dan rasa hormat meminta doa masyarakat agar dimudahkan proses pencalonan saya bersama Pak David Bobihoe dalam Pilgub 2015 ini. Kami jika dipercayakan masyarakat memimpin Sulut, akan memberikan jaminan pendidikan yang gratis dan berkualitas bagi masyarakat. Khusus bagi para Lansia (Lanjut Usia), kami akan memperjuangkan kesejahteraannya,” ujar Elly yang dismabut tepukan tangan meriah dari masyarakat.

Sekedar diketahui, setelah mengkahiri sambutannya Elly Lasut juga diminta untuk menyanyikan lagi menghibur masyarakat. Mantan Bupati teladan dan berprestasi inipun langsung menyanyikan lagu berjudul ‘Lenso Warna Putih’.


BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: