August 18, 2015

Kalang Kabut Katijo Bakar Ibu Mertuanya

  Ilustrasi

SOLO - Akibat kehilangan akal sehat membuat Katijo kalang kabut dan tega membakar ibu mertuanya. Kejadian ini dipicu urusan rumah tangganya yang kerap dicampuri ibu mertuanya, pada akhir bulan Juli 2015.

Demikian diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Danu Pamungkas usai melakukan penyelidikan pembakaran rumah di Kampung Jetis RT 02/RW 03 Kadipiro, Solo seperti dikutip Tribunnews.Solo.

"Tersangka sudah sering cek cok dengan mertuanya setelah hubungan dengan istrinya tidak berjalan harmonis. Merasa sakit hati sehingga tersangka akhirnya nekat melakukan pembakaran," kata Danu, Selasa (18/8/2015).

Tak hanya itu, permasalahan Katijo diperparah kehadiran adik ipar serta keponakan dari pihak keluarga istrinya yang tinggal di rumah tersebut.

Seringkali, Katijo melakukan upaya untuk mengusir seluruh anggota keluarga istrinya tersebut supaya tidak mendiami rumah yang diklaim sebagai miliknya ini.

"Rumah tersebut merupakan harta gono-gini. Oleh tersangka (Katijo-red) rumah mau dijual dan hasilnya akan dia gunakan untuk membayar hutang dan sebagian untuk berjudi. Di pihak keluarga istrinya menganggap bahwa rumah yang ditempati merupakan rumah yang dibeli dari uang adik istri Katijo," sambung Kasat Reskrim.

Hingga akhirnya, lanjut Kasat Reskrim, pada tanggal 31 Juli 2015 malam, Katijo nekat menyiramkan bensin keseluruh bagian rumah yang dihuninya serta keluarga istrinya.

Tindakan nekat yang dilakukan tersangka sempat diketahui oleh Dwi Cahyo (19) yang merupakan keponakan tersangka, yang membuat keduanya sempat bertengkar dan Katijo akhirnya memukul Dwi.

Merasa jengkel, akhirnya Katijo lari untuk mengambil korek api sekaligus obor dan kembali untuk melakukan pembakaran.

"Jika menurut keterangan korban, tersangka juga sempat menyiram mertuanya yang sedang tidur dengan menggunakan bensin. Namun, berdasar keterangan tersangka dirinya mengaku tidak pernah melakukan hal tersebut, dan berdalih, bahwa korban yang merupakan mertuanya itu terbakar saat api melahap seisi rumah," papar Danu.

Disinggung perihal rekonstruksi yang dilakukan, Kasat mengaku pihaknya akan mendalami terlebih dahulu kesaksian yang digali dari tetangga maupun keluarga tersangka.

Jika keterangan sudah kuat, maka rekonstruksi tidak perlu dilakukan. Namun, jika keterangan dinilai meragukan maka proses rekonstruksi akan digelar.

"Kami akan lihat terlebih dahulu, seperti apa keterangan dari para saksi ini nantinya, sebelum merencanakan rekontruksi ulang terkait kasus ini," tandas Danu.

Sumber : tribunnews

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: